Sabtu, 2 Mei 2026

Gunung Kelud di Jawa Timur Meletus

Bandara Husein di Bandung Buka Kembali, Kerugian Capai Rp500 Juta

Penutupan Bandara Husein Sastranegara di Bandung, Jawa Barat, akibat abu vulkanik Gunung Kelud diteruskan hingga Minggu (16/2/2014) pukul 09.00 WIB.

Tayang:

BANDUNG, TRIBUN - Penutupan Bandara Husein Sastranegara di Bandung, Jawa Barat, akibat abu vulkanik Gunung Kelud diteruskan hingga Minggu (16/2/2014) pukul 09.00 WIB. PT Angkasa Pura II memperkirakan kerugian bandara sekitar Rp300 juta-Rp 500 juta.

Penutupan Bandara Husein sudah memasuki hari kedua. Setiap hari ada total 75 penerbangan di bandara ini.

Yayan Hendrayani, General Manager PT Angkasa Pura II Bandara Husein Sastranegara, mengatakan ada 39 penerbangan dibatalkan pada Jumat (14/2/2014). Pada Sabtu (15/2/2014), semua penerbangan batal.

"Ada beberapa pendapatan bandara yang hilang, yaitu dari landing fee, biaya pendapatan penempatan pesawat, service charge, dan tandem," kata Yayan saat ditemui di ruang kerjanya di Bandara Husein Sastranegara, Sabtu (15/2/2014).

Ia mengestimasi, dalam dua hari penutupan bandara, kerugian sekitar Rp300 juta-Rp500 juta.

Berdasarkan hasil pengamatan, Yayan mengatakan abu vulkanik masih melintas di atas Bandung dan sekitarnya. Di darat, abu tidak terlalu terasa, tapi di udara cukup pekat.

"Memang tidak mengganggu jarak pandang, tapi kami memikirkan keselamatan penumpang. Kalau pesawat dipaksakan mengudara, nanti ada risiko mesin terbakar," ujar Yayan.

Hingga kemarin, Bandara Husein sudah mengumumkan penutupan bandara hingga empat kali. Pada Jumat, penutupan dilakukan hingga 18.00 WIB.

Penutupan diteruskan hingga 06.00 WIB lalu 12.00 WIB pada Sabtu. Perubahan terakhir, penutupan dilakukan pada pukul 09.00 WIB, Minggu (16/2/2014)
.
"Kami tidak bisa memprediksi bagaimana kondisi besok. Ini kan kondisi force majeur. Kami hanya berharap besok lebih cerah," kata Yayan.

Ia mengatakan setiap hari ada sekitar 3.500 hingga 3.750 penumpang yang gagal berangkat dari bandara tersebut.

Pantauan Tribun menunjukkan, Bandara Husein di sore hari cukup ramai. Para calon penumpang tampak memadati beberapa loket untuk mengambil refund tiket atau mengganti jadwal keberangkatan. Sebagian besar di antaranya sudah siap membawa koper dan tas.

Soal pengembalian atau penggantian tiket, Yayan mengatakan, setiap maskapai memiliki metode tersendiri untuk menangani penumpang yang gagal berangkat.

Pihak bandara turut mengatur suasana agar tetap kondusif. Ia mengimbau agar penumpang maklum dan banyak mencari informasi sebanyak-banyaknya dari maskapai penerbangan terkait.

"Tentang kejadian ini, ada beberapa hal yang bisa dilakukan. Pertama, mengubah jadwal keberangkatan untuk yang ke luar pulau dan luar negeri. Jika tujuannya Yogyakarta atau Surabaya, bisa menggunakan kereta api," tutur Yayan.

Tunda Liburan

Dua calon penumpang yang hendak berlibur ke Bali, yakni Usep (24) dan Agus (24), terpaksa menunda keinginan mereka untuk berlibur karena penerbangan dibatalkan. Mereka sudah telanjur datang di bandara, lengkap dengan barang-barang mereka.

"Kami nggak tahu bandara ditutup. Kami niatnya mau liburan di Bali. Mestinya kemarin berangkat, tapi di-cancel. Terus hari ini di-cancel lagi," ujar Agus.

Agus mengatakan, siang hari mendapat SMS dari maskapai bahwa mereka bisa berangkat pada pukul 17.00 WIB. Ketika sedang di perjalanan menuju bandara, mereka mendapat SMS lagi, menginformasikan penerbangan dibatalkan.

"Sekarang kami lagi nunggu dua teman kami yang mau berangkat bareng. Mau dibicarakan dulu soal pindah hari yang tepat. Soalnya dari maskapai, bilang kalau bisa berangkatnya lima hari dari sekarang," tutur Usep, yang bekerja sebagai karyawan swasta.

Usep mengatakan mereka tak mungkin ganti moda transportasi karena perjalanan jadi tambah lama dan jatah cuti tidak cukup. Tiket yang mereka beli adalah tiket promo yang dibeli pada Januari lalu.

"Kecewa sih, iya. Soalnya kami nggak jadi liburan. Tapi kami juga ikut prihatin ada bencana. Terus juga daripada celaka di jalan nantinya kalau dipaksakan pergi," ujar Usep.

Di Jakarta, Kementerian Perhubungan menyatakan telah mencabut notice to airmen terhadap tiga bandara yang terdampak letusan Gunung Kelud.

"Bandara Achmad Yani di Semarang sudah buka. Begitu juga Bandara Tunggul Wulung di Cilacap dan Bandara Abdul Rahman Saleh di Malang," kata juru bicara Kementerian Perhubungan, Bambang S. Ervan, kemarin.

Empat bandara lainnya, Bandara Juanda di Surabaya, Bandara Adi Sucipto di Yogyakarta, Bandara Adi Sumarmo di Solo, dan Bandara Husein Sastranegara di Bandung, masih ditutup.

Bandara Adi Sucipto ditutup sampai 18 Februari 2014 pukul 06.00, Bandara Adi Sumarmo ditutup sampai 17 Februari 2014 pukul 06.00, Bandara Husein Sastranegara ditutup sampai 16 Februari 2014 pukul 09.00, Bandara Juanda ditutup sampai Sabtu (15/2/2014) pukul 18.00.

Abu Masih Mengepul

Hingga kemarin, sejumlah daerah di Jawa Barat masih merasakan imbas abu vulkanik. Di Cianjur, abu vulkanik menyebar di udara wilayah tengah dan utara. Bahkan ada pula abu yang turun di Bogor.

Polres Cianjur pun membagikan masker secara gratis di Tugu Maos, Mamaos, dan Maenpo, kemarin pagi. Masker itu dibagikan kepada masyarakat Kabupaten Cianjur, khususnya bagi pengguna jalan.

Berdasarkan pantauan Tribun, pembagian masker ini dilakukan serentak oleh anggota Polres Cianjur yang dipimpin langsung Kapolres Cianjur AKBP Dedy Kusuma Bakti. Warga pun antusias dengan pembagian masker tersebut.

"Butiran-butiran debu kecil-kecil. Kalau dikumpulkan tebal juga. Bisa dilihat di kendaraan yang diparkir, kalau dibiarkan debunya menumpuk," ujar Dedy kepada Tribun kemarin.

Di Kota Bandung, Dinkes setempat baru mengirim masker ke puskesmas-puskesmas. Warga yang ingin mendapatkan masker bisa mengambilnya di puskesmas terdekat atau Dinkes.

"Provinsi belum bisa bantu karena persediaan masker untuk daerah yang lebih parah seperti Tasik dan Ciamis," ujar Kepala Dinkes Kota Bandung Ahyani Raksanagara, di Balai Kota, kemarin.

Empat Orang Tewas

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memastikan korban tewas letusan Gunung Kelud berjumlah empat orang. Pernyataan itu disampaikan menyusul adanya laporan yang menyebutkan bahwa korban dampak letusan Kelud mencapai tujuh orang.

"Di media massa banyak diberitakan jumlah korban tewas erupsi Gunung Kelud ada tujuh orang. Setelah dicek ulang ke Kecamatan Ngantang, Kabupaten Malang, dan bertemu dengan Kepala Desa, BPBD dan TNI di lapangan dilaporkan bahwa informasi tersebut tidak benar," kata Sutopo Purwo Nugroho, Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, kemarin.

Menurut dia, ada beberapa korban tewas yang dihitung dua kali dengan nama sebutan yang berbeda sehingga menambah daftar jumlah korban tewas.

Sutopo menyebutkan korban tewas akibat erupsi Kelud semuanya berasal dari Kecamatan Ngantang, Kabupaten Malang. Mereka adalah Pontini atau dipanggil Mbok Nya (60), warga Dusun Plumbang, Desa Pandansari. Dia meninggal karena sesak napas akibat abu vulkanis.

Lalu Sahiri atau dipanggil Sair (70), pria asal Dusun Ngutut, Desa Pandasari, tewas karena tertimpa tembok saat menunggu kendaraan evakuasi.

Selanjutnya, Sanusi (80), pria asal Dusun Plumbang, Desa Pandansari, meninggal karena sesak napas saat berlindung di bawah meja. Lalu Sutinah (97), perempuan dari Dusun Ngadirejo, Desa Sumberagung, meninggal karena sesak napas.

Hingga Sabtu pukul 15.00, jumlah pengungsi mencapai 56.089 jiwa. Mereka tersebar di 89 titik, yakni di Kabupaten Kediri 10.895 jiwa di 38 titik; Kota Batu 11.084 jiwa di 26 titik; Kabupaten Blitar 8.193 jiwa di 3 titik; Kabupaen Malang 25.150 jiwa di 17 titik dan; Kabupaten Jombang 767 jiwa di 5 titik.

Aktivitas Gunung Kelud, kata Sutopo, menunjukkan penurunan. Terlihat asap putih abu-abu dengan tinggi sekitar 3.000 meter. Hanya, tremor menerus dengan intensitas sedang. Statusnya masih Awas, dan radius 10 km harus dikosongkan.

"Saat ini masih ada warga yang belum mengungsi sehingga aparat dan relawan masih banyak melakukan evakuasi," ujarnya.

Dihubungi terpisah, Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi Muhammad Hendrasto mengatakan embusan asap yang terjadi di lereng utara Gunung Kelud pada Sabtu menunjukkan masih adanya potensi gunung itu kembali meletus.

"Namun kapan dan berapa besarnya tunggu beberapa hari ke depan," kata Hendrasto.

Soal hujan yang turun di seputar Malang dan Kediri, Pelaksana Tugas Bidang Pengamatan dan Penyelidikan Gunung Api Pusat Vulkanologi Mitigasi dan Bencana Geologi (PVMBG), Gede Swantika, mengatakan, itu berpotensi memunculkan aliran lahar dingin di daerah sekitarnya. "Hanya potensi. Saat ini belum ada lahar dingin," kata Gede, kemarin siang. (tribunnews/kompas.com/feb/tsm/cis/sam)

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved