Selasa, 21 April 2026

Kapal VOC Batavia dari Tanjungpinang Gagal Berlabuh di Tarempa

Kapal ferry VOC Batavia dengan rute pelayaran Tanjungpinang-Letung-Tarempa PP ini terpaksa balik ke Tanjungpinang.

Laporan Wartawan Tribun Batam, Septyan Mulia Rohman

ANAMBAS, TRIBUN - Kapal ferry VOC Batavia dengan rute pelayaran Tanjungpinang-Letung-Tarempa PP ini terpaksa balik ke Pelabuhan Sri Bintan Pura, Tanjungpinang, Rabu (26/2/2014).

Hal ini diduga karena gelombang laut yang cukup tinggi. Sejumlah penumpang yang berdomisili di Tarempa pun langsung menyerukan peristiwa yang terjadi melalui akun media sosialnya.

Seperti Kepala Badan Pembangunan dan Perencanaan Daerah (Bappeda) Kabupaten Kepulauan Anambas, Raja Ishak.

Melalui akun jejaring sosialnya, diketahui kapal VOC Batavia yang digunakannya untuk menuju ke Tarempa tersebut harus kembali ke Tanjungpinang dikarenakan tinggi gelombang yang tidak memungkinkan untuk dilalui kapal ferry ini.

Berikut kutipan Raja Ishak melalui akun jaringan sosialnya: "Naseb-naseb, sudah dua jam perjalanan pulang lagi ke Pinang tinggi gelombang belum mengizinkan MV Batavia sampai ke Tarempa," tulisnya.

Tidak hanya Raja Ishak yang berada di kapal tersebut, pejabat eselon lainnya di lingkungan kabupaten kepulauan Anambas lainnya diketahui juga berada di kapal cepat itu.

Kepala Bagian Administrasi Pembangunan Kabupaten Kepulauan Anambas, La Ode Muhajirin melalui akun jejaring sosialnya juga mengungkapkan hal serupa.

Dalam akun jejaring sosial yang diunggahnya itu, diketahui tinggi gelombang laut mencapai 2, meter. Berikut kutipan dari jejaring sosial yang diunggahnya.

"Setelah dua jam perjalanan, MV. VOC Batavia harus kembali ke Tanjungpinang karena tidak mampu bergelut dengan ombak 2,5 meter," tulisnya.

Di bagian lain, pihak syahbandar Tarempa yang dikonformasi mengenai kebenaran kabar ini membenarkan kapal ferry tersebut terpaksa kembali harus memutar arah.

"Betul. Kapal terpaksa kembali ke Tanjungpinang," ujar salah seorang staf Syahbandar di Tarempa.

Namun demikian, pihaknya belum mengetahui pasti sebab kapal ferry tersebut harus kembali ke Tanjungpinang.

Pelaksana Harian Syahbandar Tarempa Darlis, pria itu menjelaskan  yang bersangkutan didalam kapal ferry yang terpaksa harus kembali berlabuh di Tanjungpinang itu.

"Bapak tidak ada, bang. Beliau hendak kembali ke Tarempa menggunakan kapal itu. Tapi kapal kan kembali lagi berlabuh ke Tanjungpinang," bebernya.

Hingga berita ini diturunkan, telefon genggam milik Pelaksana Harian Syahbandar Tarempa itu belum dapat dihubungi.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved