Rabu, 8 April 2026

Hujan Tidak Turun Salah Satu Tanda Dekatnya Hari Kiamat

200 warga Batam menggelar salat meminta hujan di lapangan Sekolah Islam Hang Tuah, Batam.

Laporan Wartawan Tribun Batam, Dewi Haryati

BATAM, TRIBUN - Sekitar 200 warga Batam menggelar salat meminta hujan atau salat Istisqo, Rabu (5/3/2014) pukul 9.45 WIB di lapangan Sekolah Islam Hang Tuah, Bengkong Polisi, Batam, Kepri.

Ratusan warga ini terdiri dari guru dan pelajar di Sekolah Hang Tuah ditambah beberapa perwakilan masyarakat sekitar.

Teriknya mentari pagi itu, tak menghalangi niat mereka untuk sujud, bermunajat agar kemarau panjang yang terjadi selama dua bulan terakhir ini di Provinsi Kepulauan Riau segera berakhir. Digantikan turunnya tetesan air dari langit yang membasahi bumi.

Hal serupa juga berlaku bagi pelajar tingkat Taman Kanak-kanak (TK) yang ikut serta melaksanakan salat Istisqo pagi itu. Mereka baru membubarkan diri ketika khatib, Robi Kurniawan, berdiri dan memulai kutbah.

Dalam kutbahnya, Robi mengajak masyarakat Batam khususnya kaum muslimin agar kembali berpegang teguh pada nilai-nilai ketuhanan. Gejala alam yang marak terjadi di Indonesia saat ini, menurutnya merupakan satu bentuk peringatan dari yang Maha Kuasa.

"Kita hendaknya berkaca dengan apa yang terjadi di negeri ini khususnya di Batam saat ini. Air itu bisa menjadi suatu kenikmatan, bisa juga menjadi bencana. Dalam suatu ayat disebutkan, tanda-tanda kiamat itu beberapa di antaranya, hujan tak turun lagi dan tumbuh-tumbuhan tak hidup lagi," ucapnya.

Ditambah lagi saat ini kemaksiatan di muka bumi semakin merajalela. Banyak anak yang durhaka kepada orangtuanya. Terlebih lagi banyak manusia yang mulai melupakan Tuhannya.

Untuk itu dalam kutbahnya, ia mengajak masyarakat Batam agar melakukan penyadaran diri dan kembali bersyukur kepada-Nya.

"Harapan kami dengan dilakukannya salat Istisqo ini, hujan dapat menyirami bumi ini lagi agar tumbuh-tumbuhan hidup lagi dan kita pun bersemangat lagi," ajak Robi.

Iapun mengajak masyarakat Batam lainnya untuk melakukan hal serupa demi kelangsungan kehidupan masyarakat Batam bersama. Salat meminta hujan ini, kata Robi, tak harus dilakukan dengan salat Istisqo berjamaah.

"Meminta hujan ini, nggak harus dengan salat dan kutbah, dengan berdoapun sebenarnya bisa. Makanya kalau apa yang kami lakukan saat ini belum berhasil, ya kita bersama harus berusaha lagi," kata dia.

Pendiri sekolah Hang Tuah, Imbalo Iman Sakti menambahkan, pelaksanaan salat meminta hujan ini sekaligus menjadi pembelajaran penting bagi pelajar di sekolah Hang Tuah.

"Ini juga sebagai pembelajaran bagi siswa di sini. Siapapun asalkan ikhlas, silahkan melakukan hal serupa. Mudah-mudahan doa kita bersama dikabulkan," ucap Imbalo.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved