Minggu, 19 April 2026

Pemilu 2014

Briptu Johari Tewas Saat Amankan Pemilu Natuna, Kapolres Sebut Pahlawan

"Johari meninggal saat menjalankan tugasnya. Dia pahlawan," ujar Anton, usai menjadi komandan upacara persemayaman, Johari, Rabu (9/4).

Laporan Tribunnews Batam, M. Ikhsan 

TRIBUNNEWSBATAM.COM, NATUNA- Kepergian Brigadir Polisi Satu (Briptu) Johari (25) yang tewas dalam kecelakaan tunggal saat memantau TPS di Ranai, Natuna, Kepulauan Riau (Kepri), menyisahkan duka bagi rekan-rekan sesama polisi.

Bahkan Kapolres Natuna, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKPB) Anton Setyawan menilai Johari sebagai pahlawan. Ia meninggal saat menjalankan tugas negara dalam mengamankan pemilu.

 "Johari meninggal saat menjalankan tugasnya. Dia pahlawan," ujar Anton, usai menjadi komandan upacara persemayaman, Johari, Rabu (9/4).
Anton tampak mengiringi anak buahnya itu dari rumah duka, salat jenazah hingga persemayaman terakhir di Pemakaman Batu Hitam, Ranai. 
Johari dikebumikan sore kemarin, Rabu (9/4) dengan prosesi pemakaman militer.
Anak bungsu dari lima bersaudara dari pasangan Adnan Lubis dan Masli itu  meninggalkan seorang istri yakni, Dian Pisesa dan seorang anak yang masih berusia dua tahun, Jesica Priselia.
Polres Natuna mengusulkan kenaikan pangkat terhadap Johari.
Sebelum pemakaman, di rumah duka pria kelahiran 8 Juni 1989 itu, terlihat kerabat Johari ramai melayat. Istri Johari Dian, hanya bisa berlinang air mata, tak menyangka Tuhan begitu cepat mengambil suaminya itu.
Saat terjadi kecelakaan, Johari sempat menelpon Dian. Namun setelah itu ponselnya tidak aktif. 
Ika, salah seorang sahabatnya mengatakan sempat jumpa dengan Johari sebelum kejadian kecelakaan tunggal di Desa Kelanga itu.
"Padahal siang sebelum kejadian aku sempat jumpa dia. Bahkan istrinya sore kejadian sempat SMS ke nomor IM3, menanyakan nomor Simpati-nya nggak aktif. Tapi kami tak berani balas, takut istrinya pingsan di kapal mendengar kabar ini," cerita Ika.
Kebetulan Dian, istri Johari pada hari kejadian sedang dalam perjalanan menuju Pulau Midai untuk ikut pencoblosan pemilu di kampungnya itu. Namun para sahabat Johari di Ranai segera meminta Dian untuk kembali malam itu juga ke Ranai.
Begitu syoknya Dian mengetahui suaminya sudah tiada, namun wanita ini nampak tegar menerima kenyataan tersebut.
Sementara itu, Bripda Wenu yang saat itu membonceng Johari meninjau TPS dengan sepedamotor Suzuki Trail Polisi, nampak sudah sedikit membaik. Wenu juga hadir dalam prosesi upacara pelepasan jenazah Johari di Rumah Duka, masih nampak luka terkelupas di kaki sebelah kiri Wenu.
Johari dimakamkan tanpa kehadiran orangtuanya yang masih berada di Dabo. Kebetulan orang tua Johari tak mendapatkan pesawat ke Ranai
Ungkapan duka cita nampak menghiasi personal message  di BBM rekan-rekan seprofesi, selamat jalan Briptu Johari, kata-kata ini yang bisa dilukiskan rekan-rekannya untuk mengekspresikan ungkapan duka. 
"Terakhir saya jumpa ia ngajak mancing dan minta carikan pompong. Tapi saat dapat pompong malah ponselnya nggak aktif. Saya sempat kesal sama nih anak beberapa hari lalu. Tapi walau dia nggak pergi, saya sempatin juga ngantar ikan bakar hasil pancingan kami ke dia. Dia anaknya baik," kenang Brigadir Nov, salah seorang rekan dekat Johari.
Briptu Johari NRP 89060530 ini menjadi brigadir polisi perbatasan di Polres Natuna sejak 2009 ditempatkan di Polsek Serasan. Kemudian almarhum bertugas di brigadir polisi perbatasan di Polsek Bunguran Timur dari 1 Januari 2010 hingga saat ini, ia pernah mendapatkan tanda jasa bakti nusa di tahun 2012.
Hingga akhir hayatnya, Johari disebutkan penuh pengabdian tanpa ada catatan cacat di instansinya. Ia meninggal sekitar pukul 17.00 WIB pada Selasa (8/4) akibat kecelakaan tunggal saat berboncengan dengan sepedamotor yang dikendari Bripda Wenu dalam bertugas memantau TPS-TPS di Desa Kelanga, Kecamatan Bunguran Timur Laut. 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved