Buruh PT Global Process System Ancam Mogok Kerja

Pekerja buruh PT Global Process System yang bergerak di bidang Migas di kawasan Sekupang Logistic Blok F Nomor 06, mogok kerja.

Laporan Wartawan Tribun Batam, Elhadif Putra

BATAM, TRIBUN - Pekerja buruh PT Global Process System (GPS) yang bergerak di bidang Migas di kawasan Sekupang Logistic Blok F Nomor 06, Sekupang, Batam, melakukan mogok kerja setelah hak mereka tidak dipenuhi, Sabtu (24/5/2014).

Sebelumnya pihak perusahaan telah mengumumkan bahwa aktivitas peninjauan gaji 2014 dan sebagai hasil dari kontribusi kinerja para buruh pihak perusahaan memberikan kenaikan gaji 4 persen dari gaji pokok para buruh.

Kenaikan tersebut sudah diberlakukan sejak 1 April 2014 lalu dan selisih gaji dari Januari sampai April 2014 akan dibayarkan juga dengan melalui rekening para buruh. Janji pembayaran tersebut akan dibayarkan hari ini (Sabtu 24 Mei 2014).

Namun pihak perusahaan kembali mengundur pembayaran tersebut dengan alasan yang tidak bisa diterima para buruh

"Perusahaan seharusnya hari ini membayar uang tersebut namun perusahaan mengundurnya sampai Senin," ujar Rusmawan.

Hal ini membuat sejumlah buruh emosi dan menghentikan semua kegiatan di PT GPS ini. Salah satu buruh, Rusmawan menilai perusahaan sangat tidak bisa bekerja sama dengan buruh.

Puluhan buruh GPS ini berkumpul di lapangan parkir PT GPS semua meneriakkan hak mereka,

"Berikan hak kami, jangan tunda tunda," teriak salah satu buruh dari dalam kerumunan.

Tidak ada pihak perusahaan yang menemui para buruh, tak berselang lama para buruh mengirim satu perwakilan dari buruh untuk menemui pihak perusahaan.

Tak lama kemudian lama perwakilan dari buruh keluar dan mengabarkan bahwa pihak perusahaan mengundurnya sampai hari Rabu (28/5/2014).

Ketegangan mulai terjadi setelah sebagian buruh memilih pulang ke rumah.

"Jangan pulang dulu, kita ambil hak kita yang sudah dijanjikan hari ini," ujar buruh bermuka garang.

Kejadian ini tidak membuat buruh lain ikut emosi, justru memberikan semangat untuk menunggu sampai hari Rabu.

"Jika hari Rabu masih tidak dipenuhi baru kita boikot perusahaan ini," teriak salah satu buruh dari kerumunan. Alasan keterlambatan mereka karena pihak bank

"Sebetulanya pihak perusahaan sudah membayarakan uang tersebut, namun dari pihak bank yang keliru," jelas perusahaan yang disampaikan oleh pihak keamanan.

Setelah mendapat penjelasan dari perusahaan sedikit demi sedikit para buruh meninggalkan perusahaan. Namun sebagian yang masih tinggal tetap menanyakan kenapa mereka diliburkan Senin dan Selasa.

"Janji mereka hari ini, hari ini tidak bisa dijanjikan Senin, namun Senin justru diliburkan dan mereka menunda sampai Rabu, pihak perusahaan kami nilai hanya mencari alasan dengan menyalahkan pihak perbankan," katanya Rusnawan.

Para buruh berharap hak mereka segera terpenuhi, buruh akan mengancam terus mogok kerja jika hak mereka yang telah di janjikan perusahaan di penuhi.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved