Ruko Alam Gas di Tanjungpinang Ditawarkan Rp400 Jutaan
Tren hunian yang terintegrasi dengan commercial area di Kota Tanjungpinang sedang booming.
Laporan Wartawan Tribun Batam, Aminuddin
TANJUNGPINANG, TRIBUN - Tren hunian yang terintegrasi dengan commercial area di Kota Tanjungpinang sedang booming.
Kecenderungan itu ditandai dengan maraknya proyek properti berkonsep seperti itu. Salah satunya ruko Alam Gas di KM 12 karya developer Sinar Bangun Pratama.
Meski launching pemasaran belum resmi digelar, ruko sebanyak sembilan unit ini menawarkan sejumlah kelebihan. Pertama, terintegrasi dalam hunian Alam Gas Residence.
Setidaknya penghuni di dalam area menjadi yang pertama yang akan mengakses bisnis anda. Sejumlah unit rumah sudah berpenghuni atau siap huni.
“Secara formal kita belum launch. Namun respon dari user sudah ada,” ucap Wahyu, staf pemasaran, Rabu (18/6/2014).
Ruko dijelaskan Wahyu dilengkapi fasilitas air siap sedia. Dua ruko satu sumur bor. Ruko telah dilengkapi listrik berkapasitas 1.300 VA siap pakai.
Struktur teknis konstruksi didesain kokoh dengan pilihan cat eksternal berwarna terang.
“Lahan Parkir didesain lapang dengan pavling blok rata dan rapat. Jangan khawatir banjir atau air tergenang kala hujan. Kawasan berada di dataran tinggi,” ucap Wahyu.
Meski pengembang belum melansir harga resmi, 9 unit ruko itu disebutkan Wahyu berada dikisaran Rp 400-an juta.
Harga tersebut jika mengacu tren harga kini terbilang relatif terjangkau. Jadi anda yang sedang mencari tempat usaha, ruko Alam Gas layak anda pertimbangkan.
“Aplagi unit hanya sembilan, pilihan terbatas. Jadi tunggu apalagi,”ucap Wahyu.
Aksebilitas ke area terbilang mudah dari semua jalan di Pinang. Dari Jalan Arah Uban Tanjungpinang Km 12 akses lebih dekat.
Hanya beberapa meter dari jalan utama di ibukota Kepri. Bisa juga diakses dari kawasan Ganet Center.
“Bisa diakses dari manapun itu tawaran strategis unit ruko Alam Gas,” ucap Wahyu.
Anda yang berminat bisa menghubungi marketing gallery Bintan Bangun Pratama di Jalan Raja Ali Haji Tanjungpinang.