Judi Berkedok Gelanggang Permainan

Siang Dirazia, Malam Hari Pengunjung Main Gelper Lagi

Namun malam harinya, arena gelper ini tetap saja dipunuhi pengunjung. Seperti di Mall Top 100 dan arena gelper yang tidak tersentuh razia itu.

Laporan Wartawan Tribun Batam, Zabur Anjasfianto

BATAM,TRIBUN - Meski menjadi sasaran razia oleh tim terpadu yang terdiri dari Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kota Batam, Satpol PP, Kepolisian dan TNI, Rabu (18/6/2014).

Namun malam harinya, arena gelper ini tetap saja dipunuhi pengunjung. Seperti di Mall Top 100 dan arena gelper yang tidak tersentuh razia itu.

Antara lain di lantai tiga pasar Fanindo, pasar Marlion, SP Plaza serta Aviari, ramai dipadati pengunjung.

Beberapa arena gelper masih menyediakan mesin fish hunter yang ramai dipadati pengunjung untuk bermian tembak ikan itu.

Agar tidak diketahui publik, mesin fish hunter baru dioperasi pada malam hari, dan siangnya mesin tembak ikan itu ditutup dengan kardus dan tertera tertulis mesin rusak.

"Malam aja datang lagi ke sini Pak. Mesin fish hunter-nya baru bisa dimainkan. Kalau siang banyak razia, jadi malam aja datanya," ujar salah satu perempuan yang berdiri di tempat penukaran koin di arena gelper Pasar Fanindo Tanjung Uncang, Kamis (19/6/2014).

Di tempat lain juga sama, pengawas dan karyawan yang bertugas di kasir, menyampaikan untuk mesin fish hunter hanya bisa dimainkan pada malam hari saja.

Hal ini untuk menghindari razia yang dilakukan tim gabungan itu. Malam saja mainnya, kalau siang fish hunter-nya lagi diiitirahatkan.

“Kalau malam pasti bisa main tembak ikan," ujar salah satu pengawas arena gelper di SP Plaza dan Aviari.

Meski mesin Fish Hunter hanya bisa dimainkan pengunjung pada malam hari, namun mesin serupa seperti permainan Demon Hunter, Mini Ballon, Big Stomach Wang yang beroperasi pada siang hari juga dipadati pengunjung.

"Sama saja permainannya dengan fish hunter. Namun bedanya hanya layarnya saja. Ya sama saja kesulitan tembak ikan atau tembak balon. Untuk 25 koin kita bisa tukar dengan Rp50 ribu," ujar Sanusi salah satu pengunjung gelper di Aviari.

Sementara dalam razia yang digelar serentak di beberapa wilayah di Kota Batam, Kepala Seksi Informasi Disparbud Kota Batam, Dian Hari mengatakan, di 2014 ini, pihaknya tidak lagi mengeluarkan izin keberadaan arena gelanggang permainan (gelper).

Tidak di tempat-tempat penginapan, tidak pula di mal-mal Kota Batam. Perizinan permainan itu terakhir kali ditutup 2013 lalu.

"Sejak 2013 kami sudah tidak ada lagi mengeluarkan izin. Memang banyak yang mengajukannya di 2013, tapi masih belum diproses lagi," ucap Dian usai razia gelper, Rabu (18/6/2014) lalu.

"Gelper di mal-mal itu juga tidak ada izinnya. Di tahun 2014, kami tidak pernah mengeluarkan izin lagi," tegasnya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved