Breaking News:

Kasus Mutilasi Bocah di Siak

Hari Ini Rekontruksi Mutilasi Tujuh Korban MD CS

Hari ini, Selasa (19/8), pihak Kepolsian Polres Siak berencana melakukan reka ulang (rekonstruksi) kasus pembunuhan dan mutilasi yang dilakukan MD CS.

Editor:
Tribunpekanbaru/Syahrul
Ibunda Muhammad Akbar (9), Evi Puspita Dewi (43) tengah menunjukkan foto anak lelaki ketiga dari lima bersaudaranya yang hilang pada 16 Maret lalu. Akbar dinyatakan sebagai korban pembunuhan sadis disertai mutilasi dan tindak sodomi oleh pelaku bernama Buyung alias MD (20). 

TRIBUNNEWSBATAM.COMSIAK - Hari ini, Selasa (19/8), pihak Kepolsian Polres Siak berencana melakukan reka ulang (rekonstruksi) kasus pembunuhan dan mutilasi yang dilakukan oleh tersangka MD CS yang memutilasi sebanyak tujuh orang korban, yang ditemukan di tiga lokasi berbeda masing-masing di Kecamatan Tualang, Kabupaten Siak, Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis dan Kecamatan Rantau Kopar, Kabupaten Rokan Hilir.

Kapolres Siak AKBP Dedi Rahman Dayan, melalui Kasat Reskrim Polres Siak AKP Hari Budiyanto mengatakan, rekonstruksi itu dilakukan untuk melengkapi berkas perkara terhadap seluruh tersangka itu, sebelum dilimpahkan kepada pihak Kejaksaan Negeri Siak.

"Ya, besok (red, hari ini) akan dilakukan rekonstruksi kasus mutilasi di Mapolres Siak,"katanya.

Dikatakannya, pihaknya memang sengaja menggelar rekonstruksi di Mapolres Siak, dan bukan di Tempat Kejadian Perkara (TKP), tempat dimana ketujuh kerangka korban ditemukan ditiga tempat terpisah, yakni di Tualang, Kabupaten Siak, Kecamatan Mandau, Bengkalis dan Rokan Hilir.  Hal itu dilakukan semata-mata untuk mengantisipasi terjadinya sesuatu yang tidak di inginkan kepada tersangka itu.

"Kita tidak ingin mengambil resiko akan keselamatan keempat tersangka itu. Jadi kita memutuskan untuk menggelar rekonstrusksi di Maporles Siak,"katanya.

Pihak kepolisian hingga kini telah mengamankan sejumlah barang bukti berupa tengkorak dari tujuh korban, parang, pisau kater, kantung plastik, celana dan pakaian korban, pelampung dan sendal korban.

Tersangka dijerat dengan pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana,  yang diancam pidana maksimal hukuman mati atau pidana penjara seumur hiidup.

Sebagaimana diketahui, terungkapnya kasus tersebut diawali adanya laporan dari warga Tualang yang melaporkan anak yang hilang kepada pihak Polsek Tualang. Mendapat laporan itu, Kepolisian Polsek Tualang langsung melakukan penyelidikan dan membekuk dua pelaku yakni MD (19) dan S (22), yang ditangkap di Duri, pada (22/7) lalu.

Terhadap keduanya, petugas langsung melakukan introgasi dan ditanyai prihal dua orang anak yang dilaporkan hilang itu pada waktu itu. Tersangka kemudian menujukkan lokasi dimana keberadaan kedua korban, dan menujukkan lokasi dimana korban yakni di hutan HTI PT. Arara, Desa Rasau Kuning, Bunut, Kecamatan Tualang.

Saat ditemukan, kondisi mayat dari kedua jasad korban sudah menjadi tengkorak dan sudah tidak utuh lagi. Kemudian petugas melakukan pengembangan,dan membekuk seorang tersangka lainnya yakni DP (16), pada (23/7).

Kepolsian terus melakukan pengembangan, pada (6/8), petugas kembali menangkap seorang tersangka lainnya yakni DD (19), mantan istri tersangka MD. Tersangka DD ditangkap di Rumahnya di Kecamatan Tualang, berdasarkan pengakuan dari tersangka MD,yang mengaku jika mantan istrinya itu terlibat.

Petugas kembali mengungkap tiga korban lainnya yang dibunuh dan dimutilasi berdasarkan hasil keterangan MD dan DD. Tiga jasad korban lainnya yakni MA (10), A (40) dan MH (19), yang ditemukan di Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis. Seorang korban lainnya yakni FD (5), ditemukan di Kelurahan Ranggau, KecamatanRantau Kopar, Kabupaten Rokan Hilir.

Sementara itu, berkaitan dengan aksi pembunuhan dan mutilasi yang dilakukan oleh tersangka MD CS, motif pembunuhan dan mutilasi yang dilakukan oleh MD yang menjadi otak pelaku pembunuhan itu, diduga kuat demi untuk menuntut ilmu hitam agar dapat kebal dari senjata tajam dan menghilang. Tersangka

Menurut penuturan MD, pada waktu almarhum ayahnya masih hidup, ayahnya sempat mendirikan sebuah perguruan dan memiliki tiga orang murid, termasuk diantaranya adalah MD.

Pada waktu itu, umur MD diperkirakan masih berumur 10-12 Tahun, dan telah belajar sejumlah ilmu yang diturunkan oleh ayahnya semasa masih hidup. Sebelum ayahnya meninggal, MD mengaku ayahnya sempat membisikkan kepadanya tentang ilmu hitam, yakni ilmu kebal dan menghilang. Tersangka MD diharuskan membunuh dan memotong kemaluan korbannya sebanyak 9 (sembilan orang) korbannya.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved