Menunggu Putusan MK soal Pilpres, Saham Kontruksi Tetap Diminati
"IHSG cenderung bertahan, dan melakukan konsolidasi untuk berbalik arah naik kembali.Investor lagi menunggu bagaimana keputusan MK,"kata Kresna.
Laporan Tribunnews Batam, Rio Bara
TRIBUNNEWSBATAM.COM, BATAM - Pembukaan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tanggal 19 Agustus 2014 menghijau.
Tercatat IHSG berada di level 5171 pada waktu pembukaan. Sementara itu pada penutupan sesi pertama hari ini berada pada level 5165.
Sales Equity Assistant Manager Kresna Securities, Dedi Nofrius mengatakan tren kenaikan saham cenderung mendatar. Para investor menahan membeli saham dalam jumlah besar.
"IHSG cenderung bertahan, dan melakukan konsolidasi untuk berbalik arah naik kembali. Saat ini investor lagi menunggu bagaimana keputusan MK pada 22 Agustus mendatang. Bila hasilnya positif, maka IHSG di pastikan menghijau,"ujarnya kepada Tribun, Selasa (19/8).
Ia mengatakan saat ini sejumlah investor melakukan spekulasi dengan membeli saham-saham konstruksi. Seperti Waskita, Adhi karya, Wijaya Karya dan lainnya.
"Sudah jauh jauh hari mereka membeli saham konstruksi. Jika Jokowi sudah ditetapkan sebagai presiden, mereka berspekulasi saham konstruksi akan naik. Pasalnya Jokowi akan mengalihkan subsidi BBM ke infrastruktur. Otomatis pemerintah akan membutuhkan perusahaan konstruksi,"jelasnya.
Ia mengatakan, hal ini juga akan berdampak positif pada sektor lainnya. Seperti untuk konsumsi semen yang juga akan naik, "Namun ini hanya untuk trading jangka pendek saja,"imbuh.
Diprediksi hingga penutupan sore, IHSG naik terbatas. Resisten IHSG di level 5.250, dimana tren tersebut naik sejak Desember 2013. Area 5.100-5.250 menjadi area profit taking.
Hal ini didukung dengan bursa Eropa dan regional Asia juga yang mengalami penguatan.
Kresna Securities menawarkan beberapa saham pilihan seperti London Sumatra Indonesia TBK (LSIP) dimana potensi tradingnya di range 1.950-2.450. Begitu juga untuk Waskita (WSKT) dimana Breakout trading range di 650-850 dengan target teoritis di 950 poin.
Sedangkan untuk saham PGAS, Breakout konsolidasi di level 5.200-5.800 dan target 6.400. Sedangkan BBNI range di 4.725-5.300. Sementara itu saham ADRO berada pada level 1.300-1.350 menjadi area profit taking.
Jika anda tertarik untuk bermain saham silakan langsung datang ke PT Kresna Graha Sekurindo Tbk PIPM bursa efek Indonesia Kompleks Mahkota Raya Blok A nomor 11 Batam Centre.