Ide Bisnis
Membidik Awetnya Bisnis Ikan Asin Anambas Tanpa Pengawet
Di Anambas, beraneka macam olahan makanan berbahan ikan dengan mudah bisa ditemukan. Salah satu yang sudah cukup dikenal, yakni olahan ikan asin.
Laporan Tribunnews Batam, SM Rohman
TRIBUNNEWSBATAM.COM, TANJUNGPINANG- Di Anambas, Kepulauan Riau (Kepri), beraneka macam olahan makanan berbahan ikan dengan mudah bisa ditemukan. Salah satu yang sudah cukup dikenal, yakni olahan makanan ikan asin.
Ramli menambahkan, meski sebagian masyarakat telah cukup mengenal ikan asin, namun ia menjamin ikan asin khas Anambas ini memiliki rasa yang khas dibandingkan dengan ikan asin yang ada disejumlah daerah lain. Ikan asin yang dijual ini pun dapat bertahan hingga dua bulan lamanya, tanpa menggunakan bahan pengawet dengan harga berkisar Rp 60 ribu per kilogramnya.
Menurut pria kelahiran Temburun 50 tahun silam ini, kunci dari awetnya ikan asin yang dijualnya ini terletak pada proses pengeringan yang sempurna. Tidak jarang pula, ikan asin yang dijualnya ini pun biasa dibeli oleh masyarakat dari luar Anambas hingga ke mancanegara.
Usaha yang dirintis sejak lama itu pun, setidaknya mampu untuk mengantarkan dua anaknya mengenyam pendidikan perguruan tinggi. Bahkan, salah satu dari anaknya itu, dalam waktu dekat akan melaksanakan wisuda pada tanggal 10 September mendatang.
"Namanya usaha ya tak selamanya mulus. Pernah barang lagi banyak, cuaca pun lagi bagus. Tapi tak ada yang beli. Tidak jarang juga harganya jatuh. Prinsipnya bersyukur saja. Ini lah mencoba untuk bertahan hidup," ujarnya sembari tersenyum.
"Kita lihat sendiri, kabupaten ini cukup pesat berkembang. Orang dari luar banyak datang. Harapan saya, kami dapat berjualan dengan tenang untuk mencari makan saja sudah cukup," tutupnya.