Senin, 20 April 2026

Ide Bisnis

Membidik Awetnya Bisnis Ikan Asin Anambas Tanpa Pengawet

Di Anambas, beraneka macam olahan makanan berbahan ikan dengan mudah bisa ditemukan. Salah satu yang sudah cukup dikenal, yakni olahan ikan asin.

Laporan Tribunnews Batam, SM Rohman

TRIBUNNEWSBATAM.COM, TANJUNGPINANG-  Di Anambas, Kepulauan Riau (Kepri), beraneka macam olahan makanan berbahan ikan dengan mudah bisa ditemukan. Salah satu yang sudah cukup dikenal, yakni olahan makanan ikan asin. 

Ramli adalah salah seorang pengrajin ikan asin tersebut. Pria yang telah berjualan ikan asin selama lebih kurang 15 tahun di Pasar Hang Tuah, Tarempa ini, menjual ikan asin dari berbagai jenis ikan mulai dari ikan bilis, kerisi, hingga ikan tenggiri. Ikan asin yang dijualnya berasa dari sejumlah wilayah di Anambas.
"Ikannya beraneka macam. Sampai ikan tenggiri pun bisa diolah menjadi ikan asin, bila musimnya. Dalam waktu dekat ini lah musimnya. Tidak hanya ikan, kerupuk dari olahan ikan pun juga ada. Seperti kerupuk ikan kerapu, kerupuk ikan tongkol, kerupuk ikan tamban, dan kerupuk ikan sotong. Satu harinya ini tak tentu. Seperti sekarang, ini ada enam karung datang dengan bobot lebih kurang 200 kilogram," ungkap Ramli, sembari merapikan barang dagangannya, Senin (8/9) siang. 

Ramli menambahkan, meski sebagian masyarakat telah cukup mengenal ikan asin, namun ia menjamin ikan asin khas Anambas ini memiliki rasa yang khas dibandingkan dengan ikan asin yang ada disejumlah daerah lain. Ikan asin yang dijual ini pun dapat bertahan hingga dua bulan lamanya, tanpa menggunakan bahan pengawet dengan harga berkisar Rp 60 ribu per kilogramnya. 

Menurut pria kelahiran Temburun 50 tahun silam ini, kunci dari awetnya ikan asin yang dijualnya ini terletak pada proses pengeringan yang sempurna. Tidak jarang pula, ikan asin yang dijualnya ini pun biasa dibeli oleh masyarakat dari luar Anambas hingga ke mancanegara. 

"Kadang kalau barang datang, kita cek lagi. Kalau kita rasa masih basah, kita jemur kembali. Tak lama lah, lebih kurang tiga jam saja. Siap tu kemas lagi. Pengemasannya pun juga diperhatikan. Biar rapi dan bersih. Kadang, masyarakat Batam, Tanjungpinang dan Malaysia biasa pesan ikan asin Anambas ini," terangnya.   

Usaha yang dirintis sejak lama itu pun, setidaknya mampu untuk mengantarkan dua anaknya  mengenyam pendidikan perguruan tinggi. Bahkan, salah satu dari anaknya itu, dalam waktu dekat akan melaksanakan wisuda pada tanggal 10 September mendatang. 
Meski telah belasan tahun menekuni bisnis di bidang ini, namun Ramli mengakui tidak semuanya berjalan dengan mulus. Pahit getirnya menekuni bisnis pun, telah dirasakan oleh bapak lima orang anak ini. Namun demikian, ia tetap berusaha untuk tekun.

"Namanya usaha ya tak selamanya mulus. Pernah barang lagi banyak, cuaca pun lagi bagus. Tapi tak ada yang beli. Tidak jarang juga harganya jatuh. Prinsipnya bersyukur saja. Ini lah mencoba untuk bertahan hidup," ujarnya sembari tersenyum.
Harapan Ramli pun tak banyak, ia hanya ingin dapat mempertahankan usahanya dengan tenang. 

"Kita lihat sendiri, kabupaten ini cukup pesat berkembang. Orang dari luar banyak datang. Harapan saya, kami dapat berjualan dengan tenang untuk mencari makan saja sudah cukup," tutupnya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved