Warga Belitung Timur Berbondong-bondong Tukarkan Uang Tak Layak Pakai
Warga desa Buku Limau Kabupaten Belitung Timur,berbondong-bondong datang menukarkan uang yang tidak layak digunakan lagi di SDN 29 Manggar.
Laporan Tribunnews Batam, Alvin
TRIBUNNEWSBATAM.COM, BELITUNG- Warga desa Buku Limau Kabupaten Belitung Timur, berbondong-bondong datang menukarkan uang yang tidak layak digunakan lagi di SDN 29 Manggar, Selasa (11/11/2014) dari jam 9.00 WIB sampai jam 15.00 WIB.
Uang yang ditukar warga di Bank Indonesia berupa uang yang tidak layak digunakan karena uang lusuh, uang rusak, uang lama dan sejumlah uang logam. Total penukaran kurang lebih Rp 4 juta.
"Ya nilainya kecil dan tidak sebesar uang yang kita siapkan Rp 2 miliar. Tetapi bukan itu yang kita kejar. intinya warga dan anak-anak Buku Limau bisa tahu dan mengenal uang rupiah, karena banyak yang belum tahu, " kata Manager BI unit Palembang Todung Simanungkalit, Selasa (11/11).
Bupati Belitung Timur Basuri Tjahaja Purnama yang hadir dalam kegiatan tersebut mengatakan, sangat berterima kasih kepada BI dan TNI AL atas kegiatan sosilisasi uang asli rupiah dan penukaran uang lusuh atau tidak layak pakai.
" Saya terima kasih sekali kepada BI dan AL atas kegiatan ini. Ini juga bagian dari menjaga keutuhan NKRI. Masyarakat di pulau sering tidak dapat informasi soal ciri uang dan jenisnya,"kata Basuri.
Menurutnya, dengan hal ini, masyarakat bisa dapat membedakan uang asli dan palsu. Selain itu anak-anak yang melihat kedatangan BI dan TNI AL bisa termoyivasi untuk bersekolah dan belajar.
" Uang jelek disini ga terima kalau di toko dan pasar. Dengan ini mereka tahu kalau uang yang kotor dan jelek masih berharga," ujar Basuri.
Kapten Heri dari TNI AL Barakkuda juga menghimbau agar masyarakat Buku Limau yang rata-rata nelayan tidak saja menggunakan uang rupiah dalam membela negara tetapi juga bersikap ramah terhadap lingkungan laut.
" Kalau sebagai nelayan, cari ikan yang ramah lingkungan. Jangan lakai bom atau alat yang merusak alam di laut. Ini bukti membela negara," kata Heri.
Heri berharap Buku Limau kedepan bisa menjadi pintu gerbang pertahanan NKRI dan semakin maju dan sejahtera.