Breaking News:

Renungan Hari AIDS Seluruh Dunia: Mereka Berjuang Menjemput Cinta

Ruang Engku Hamidah lantai 4 gedung Pemko Batam tiba-tiba sunyi setelah satu jam dua orang narasumber seminar menjelaskan informasi seputar HIV/AIDS.

Tribun Batam/Istimewa
Pieter P. Pureklolong, Kepala Sekretariat Komisi Penanggulangan AIDS/KPA Kota Batam. 

Sontak saja seperti dengungan sekelompok lebah yang terbang, hadirin bereaksi mengeluarkan suara bersama “aduh…”. Ada yang berkata “astaghfirullah hal azhim”

Dia tenang mendengar reaksi hadirin, masih dengan pandangan datar dan tanpa senyum sambil tangannya menepuk-nepuk halus bagian punggung putrinya.

Terpancar kasih sayang dari lubuk hati kepada putrinya itu. Kemudian dia melanjutkan ceritera bagaimana dia berjuang mengatasi HIV di tubuhnya.

“Saya bersyukur masih ada orang-orang seperti dokter dan teman-teman yang memberi dukungan, perawatan dan pengobatan dengan tulus hati. Saya tidak pernah memikirkan pandangan orang, saya hanya fokus pada anak-anak saya”, dia berkata serius atas kesaksiannya.

ODHA yang kedua kemudian berdiri di hadapan hadirin. Dia mengambil microphone dan melempar senyum. Pandangannya menyapu seluruh ruangan seperti memeriksa satu persatu wajah dan keingin-tahuan para hadirin.

Tampaknya dia menguasasi suasana di ruangan itu. Matanya kemudian berhenti pada seorang perempuan setengah baya berjilbab di sebelah kanan barisan kursi ketiga dari belakang.

Lalu dia berkata “mungkin kawan saya di belakang itu yang dulu kerja satu perusahaan terkejut, kok saya yang berdiri di sini sebagai ODHA ya? Atau mungkin ibu di sebelah sana”.

Kali ini pandangan matanya berpindah ke seorang ibu di barisan tengah kursi keempat dari belakang. “Ibu mungkin juga tidak menyangka bahwa sejak pagi tadi kita ngobrol dan bercanda, ternyata ibu mengobrol dengan seorang ODHA”.

Sebagai seorang ODHA dan pegiat HIV/AIDS di Kota Batam dia sangat lincah-mengalir memberikan kesaksian hidupnya (testimonial).

“Saya mengetahui terular HIV saat mau operasi caesar karena calon bayi saya cukup berat, sedang tubuh saya kecil. Ketika pertama kali mendengar dari dokter bahwa saya positif HIV, pikiran saya tidak begitu konsentrasi ke sana.”

Halaman
1234
Editor:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved