Alamak, Tak Punya Uang Bayar Arisan Neti Curi Perhiasan Teman Akrabnya

Neti nekat mencuri gelang dan cincin emas seberat kurang dari 10 gram, milik kawan satu kos-kosannya di Batuaji.

Alamak, Tak Punya Uang Bayar Arisan Neti Curi Perhiasan Teman Akrabnya
Tribunnewsbatam.com/net
Ilustrasi pencurian

Laporan Tribunnews Batam, Dewi Haryati

TRIBUNNEWSBATAM.COM, BATAM - Gaya hidup yang salah, bisa-bisa mengantarkan Anda ke jeruji penjara. Mungkin itulah yang terjadi pada Neti, karyawan PT di Batam.

Perempuan asal Siantar ini nekat mencuri gelang dan cincin emas seberat kurang dari 10 gram, milik kawan satu kos-kosannya di Batuaji. Lucunya, motif pencurian emas ini hanya karena Neti tak bisa membayar uang arisan.

Cincin emas itu dijual seharga Rp 800 ribu. Sedangkan dari gelang emas yang digadaikannya ke Pegadaian, dia mendapat uang Rp 1.900.000.

"Rp 2 jutanya untuk bayar arisan. Sisanya waktu orangtua saya sakit, uang itu saya kirimkan," kata Neti di persidangan, Selasa (10/3).

Ningsih, rekan Neti yang juga saksi korban mengatakan, semua dia sudah curiga dengan teman sebelah kosnya ini. Lantaran saat kejadian, Neti tak pulang ke kos-kosan. Baru seminggu berikutnya Neti kembali lagi ke rumah.

"Biasanya kalau saya pulang ke kos, saya jumpa dia. Dia mau pergi kerja. Tapi hari itu tidak ada. Beberapa hari berikutnya, ada orang cari-cari dia ke kos, katanya dia berutang," ujar Ningsih di persidangan.

Seminggu setelah Neti pulang ke rumah, Ningsih sempat menanyakan keberadaan cincin dan gelangnya yang hilang kepada Neti. Namun saat itu Neti berbohong.

"Dia bilang ada dua orang masuk ke rumah, mereka naik motor mio, tapi kakak seperti terhipnotis. Saya bilang, darimana kakak tahu kalau dihipnotis. Dia malah marah. Bilang saya menuduh dia," katanya lagi.

Berbekal kecurigaan itu, Ningsih meminta fotokopi identitas Neti kepada pemilik kos. Dengan caranya sendiri, diapun menyusuri sejumlah toko perhiasan dan Pegadaian, sambil membawa surat-surat pembelian perhiasannya. Hingga diapun mengetahui gelang emasnya berada di Pegadaian.

"Kamu pernah pinjamkan kunci kamar ke dia," tanya hakim Budiman kepada Ningsih yang dibalas tidak.

Sementara dari pengakuan Neti, dia meminjam kunci kamar Ningsih, kemudian menduplikatkan kuncinya. Saat itu Neti tergiur melihat gelang dan cincin yang beberapa kali dikenakan Ningsih.

"Saya ambilnya malam hari bulan November," aku Neti.

Editor: Rio Batubara
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved