Tahun Depan UMRAH Buka Program S2 Teknik dan Keluatan

"Pada 2016 nanti, kita mulai program studi pascasarjana dari Fakultas Kelautan dan Tekni di kampus Senggarang," kata Akhlus.

Laporan Tribunnews Batam, Thomm Limahekin

TRIBUNNEWSBATAM.COM, TANJUNGPINANG- Di tangan Syafsir Akhlus, Universitas Maritim Raja Ali Haji (Umrah) di Tanjungpinang, Kepulauan Riau (kepri) ingin berkembang.

Profesor di bidang kimia itu berencana akan mengembangkan Umrah sebagai kampus berbasis maritim untuk program studi pascasarjana (S2).

Rencana tersebut kian matang dirumuskan. Berbagai persiapan mulai ditingkatkan mulai dari pengadaan tenaga dosen sampai penyediaan fasilitas perkuliahan yang memadai.

Akhlus sendiri memastikan bahwa Umrah akan membuka program studi pascasarjana pada 2016 mendatang. Program studi tersebut akan membawai dua fakultas yakni Kelautan dan Teknik.

"Pada 2016 nanti, kita mulai program studi pascasarjana dari Fakultas Kelautan dan Tekni. Kita akan fokuskan program studi ini di kampus Senggarang," kata Akhlus kepada Tribun Batam, Jumat (13/3/2015) siang.

Rencana besar itu sebetulnya sudah dimulai Akhlus saat ini. Sang prefor ini mengaku sudah menggaet seorang kawannya yang profesor, sewaktu keduanya masih studi di Prancis. Prefosor tersebut merupakan seorang ahli di bidang kartografi. Dia diharapkan bisa membantu proses penelitian dalam bida kemaritiman di Umrah untuk lingkup Kepri.

"Dia hendak mengakhiri masa pensiun sebagai dosen di Prancis. Saat sudah mengakhiri masa tugas mengajarnya, dia akan diundang ke sini dan membantu kita dalam hal penelitian. Kita tinggal sediakan fasilitas bagi dia. Nah, hasil penelitian itu bisa dipublikasikan di negeranya sendiri," tegas rektor Umrah tersebut.

Selain menarik para dosen dari luar negeri, Akhlus juga berniat membuka lowongan bagi dosen dari dalam negeri. Jumlahnya mencapai 300-an orang, baik yang berstatus pegawai negeri sipil (PNS) atau dosen terbang. Mereka diharapkan bisa mengabdi dan membesarkan Umrah sebagai sebuah kampus yang berkualitas di level nasional.

"Kita buka lowongan bagi dosen yang berlatar belakang pendidikan minimal S2, S3 bahkan profesor sekalipun. Selain membesarkan program studi S1, kita juga bertekad membangun program studi S2. Caranya membesarkan program studi S2 adalah dengan penelitian. Kita berikan fasilitas dan kirim studi penelitian. 'Kan subyek penelitian kita sudah ada, yakni kelautan," kata Akhlus lagi.

Menurut Akhlus, selain tenaga dosen, fasilitas pendukung aktivitas perkuliahan pun mesti ditingkatkan. Dia mengakui bahwa kampus Umrah di Senggarang sudah dikonsepkan sebagai pusat laboratorium penelitian semi lapangan. Sedangkan kampus Umrah di pulau Dompak akan dijadikan pusat akademik dan kegiatan mahasiswa di luar kampus.

Segala konsep pengembangan tersebut diharapkan bisa menjadikan Umrah sebagai kampus diminati. Hingga saat ini, Umrah sudah mulai diminati oleh para mahasiswa yang hendak mengambil program studi S1. Akhlus mengatakan, jumlah mahasiswa yang mengenyam pendidikan di Umrah sudah mencapai 4.500 orang.

"Kami akan menambah jurusan dan terus menyediakan fasilitas perkuliahan. Kami targetkan pada 2016 nanti, kami sudah bisa menjadi suatu badan layanan umum (BLU). Diperkirakan ada sekitar 5.000-an mahasiswa akan mengenyam pendidikan di sini. Nah, sampai 2020 mendatang, saya berusaha akan menarik sekitar 10.000-an mahasiswa untuk berkuliah di Umrah," tandas rektor Umrah tersebut.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved