Belum Kantongi Izin Mendarat, Susi Air Tak Bisa Terbangi Anambas

Upaya merealisasikan Susi Air menerbangi Anambas, Kepulauan Riau (Kepri) masih terus dilakukan Pemkab dan DPRD Kabupaten Kepulauan Anambas.

Belum Kantongi Izin Mendarat, Susi Air Tak Bisa Terbangi Anambas
istimewa
Warga memperhatikan pesawat maskapai penerbangan perintis, Susi Air di Bandara Sei Bati, Karimun, 23 Januari 2014 sekitar pukul 15:00 WIB. 

Laporan Tribunnews Batam, SM Rohman

TRIBUNNEWSBATAM.COM, ANAMBAS- Upaya merealisasikan Susi Air menerbangi Anambas, Kepulauan Riau (Kepri) masih terus dilakukan Pemkab dan DPRD Kabupaten Kepulauan Anambas.

Meski Pemkab dan DPRD bersusah payah untuk mendapatkan kuota dari Kementrian Perhubungan terkait hal ini, namun beberapa kendala masih dihadapi, diantaranya izin untuk melakukan landing di Bandara Khusus Palmatak.

Masykur, Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Kepulauan Anambas mengatakan, Pemkab Anambas mendapat kuota penerbangan maskapai Susi Air dengan rute penerbangan Tanjungpinang-Matak-Natuna PP selama dua kali dalam satu minggu.

Hal ini menurutnya sesuai dengan rapat kementrian yang dilakukan di Balikpapan per tanggal 18 Agustus tahun 2014 lalu.

"Upaya untuk mendapat izin mendarat di bandara khusus Palmatak pun sudah kami lakukan. Per tanggal 2 Februari kami sudah melayangkan surat. Selang beberapa hari, kami melakukan pertemuan di kantor Conoco Phillips di Jakarta untuk menindaklanjuti hal tersebut. Sampai pada akhir Februari kami tanyakan terus mengenai izin tersebut, namun yang bersangkutan menyatakan bahwa yang berwenang mengeluarkan dalam hal ini adalah SKK Migas," ujar Masykur.

Pihaknya menambahkan, setelah berkoordinasi dengan SKK Migas, pihaknya menyambut baik serta hanya tinggal menunggu dari pihak perusahaan. Hal ini mengingat, mereka yang memiliki serta mengetahui slot time penerbangan di Bandara Palmatak untuk satu harinya.

"Dijadwalkan Susi Air sudah bisa terbang per tanggal 3 Maret lalu. Hanya saja, pihak perusahaan meminta inspeksi pesawat. Tentunya, persiapan sudah dilakukan sesuai dengan persyratan yang diminta. Karena, maskapai ini sebelumnya sudah memenangkan lelang. Susi Air hanya minta ijin landing pesawat, karena kalau apron sudah bisa menggunakan arpon Lanudal. Kalau memang tidak layak terbang tidak mungkin Kementerian Perhubungan memenangkan lelang terhadap Susi Air," ungkapnya.

Editor:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved