Waspada! Jelang Tahun Ajaran Baru, Calo Gentayangan Minta Jutaan Rupiah

Saat ini saja Komisi IV mengaku sudah menemukan praktek calo dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) dengan tawaran harga jutaan rupiah.

Waspada! Jelang Tahun Ajaran Baru, Calo Gentayangan Minta Jutaan Rupiah
tribunnews batam/rachta yahya
Ilustrasi pelajar SMP. 

Laporan Tribunnews Batam, Anne Maria

TRIBUNNEWSBATAM.COM, BATAM – ‎ Menjelang penerimaan siswa didik baru, Komisi IV DPRD Kota Batam mengingatkan potensi munculnya calo pendidikan.

Pasalnya, saat ini saja Komisi IV mengaku sudah menemukan praktek calo dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB). Tak tanggung-tanggung, calo menawarkan tarif fantastis untuk setiap orangtua siswa.

"Tarifnya relatif, tergantung masing-masing sekolah, dengan kisaran Rp 1,5 juta sampai Rp 2 juta per siswa," ujar M Yunus, wakil ketua komisi IV DPRD Kota Batam‎ dalam rapat bersama Dinas Pendidikan Kota Batam beragenda persiapan PPDB 2015.‎

‎Yunus menyatakan awalnya ia hanya mendengar pengaduan dari beberapa orangtua. Ia yang penasaran akhirnya turun langsung membuktikan aduan itu. Menurutnya, para orangtua siswa itu membayar uang ke orang lain yang mengaku mempunyai kedekatan dengan kepala sekolah.

"Saya tanya bayarnya ke siapa? Kepala sekolah atau bukan. Mereka jawab orang lain, yang punya koneksi ke kepsek. Sepertinya alasan itu membuat orangtua ini terpikat dan mengiyakan," ucap dia.

Yunus bahkan menilai praktek calo pendidikan sudah jadi tren, terbukti dari‎ sikap orang tua yang justru mencari atau memilih menggunakan calo.

"Calo seolah-olah dekat dan menjual nama kepala sekolah padahal belum tentu kenal. Jadi, kebanyakan orangtua yang mencari calo dan memakai jasanya," ucap dia.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan kota Batam, Muslim Bidin mengaku belum bisa memastikan adanya praktek calo pendidikan itu. Muslim berasumsi, orangtua siswalah yang tidak bisa mendaftarkan anak ke sekolah akibat kesibukannya. Hal itu membuat sebagian orangtua meminta tolong kerabat atau kenalannya.

"Soal calo inikan kita masih kira-kira, apa iya apa tidak. Kadang karena orangtua sibuk, terpaksa menyuruh orang lain yang mendaftarkan anaknya. Namanya menggunakan jasa orang, tentu saja ada kompensasinya," kata Muslim Bidin.

‎Muslim mengatakan, dinas yang dipimpinnya itu tidak bisa mengambil sikap tegas dengan melarang siswa mendaftar tanpa dampingan orangtua kandung. Pasalnya, kesibukan beberapa orangtua terpaksa menyebabkan kondisi demikian.

Untuk menanggulangi praktek calo pendidikan, Muslim Bidin menyatakan pihaknya telah menyiapkan ‎beberapa sistem pendaftaran. Salah satunya dengan membuka stand PPDB di beberapa Mall yang ada di Batam. Stand tersebut bisa dimanfaatkan orangtua dan siswa yang ingin mendaftar masuk sekolah.

Selain itu, Disdik pun tengah mengembangkan sistem PPDB dengan sistem Online. Sistem tersebut memungkinkan pendaftaran dilakukan dari rumah melalui Smart Phone. Jika memungkinkan, sistem tersebut akan diuji coba pada PPDB tahun ini.

"Jadi sudah bisa mendaftar dari rumah secara Online. Kalau selesai tahun ini, PPDB akan kita laksanakan denganuji coba sistem tersebut. Bisa daftar lewat HP. Jadi solusi-solusinya sudah kita programkan," kata Muslim Bidin.

Editor:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved