Belajar Pastry Ala ARKME Batam Modal Rp 50 Ribu
Aneka olahan pastry seperti zuppa soup, pastry stick, pastry isi nanas, pastry isi sosis, isi daging diajarkan pada peserta yang berjumlah 40 orang
Laporan Tribunnews Batam Tri Indaryani
TRIBUNNEWSBATAM.COM, BATAM - Agar bisa membuat bahan dasar pastry dan mengolahnya biasanya orang harus kursus dan merogoh kocek hingga ratusan ribu rupiah. Tapi hal itu tak berlaku jika bergabung dengan komunitas aneka resep kue dan masakan enak (ARKME) Batam.
Sebab, komunitas yang terbentuk dari kesamaan hobi dan saling kenal lewat facebook ini rutin menggelar latihan bareng termasuk belajar membuat resep dasar pastry dan olahannya, Minggu (19/4) kemarin. Aneka olahan pastry seperti zuppa soup, pastry stick, pastry isi nanas, pastry isi sosis, isi daging diajarkan pada peserta yang berjumlah sekitar 40 orang.

Menariknya, untuk bisa mempelajari masakan asal Perancis ini peserta hanya dipungut biaya Rp 50 ribu. Biaya tersebut sudah termasuk bahan-bahan, makan siang, bayar uang kas. Peserta bisa belajar sistem hands on alias belajar langsung dipandu mentor dan asisten mentor. Peserta juga bisa membawa pulang hasil masakan yang dipelajari tersebut.
"Kita rutin menggelar latihan masak sebulan sekali dengan tema berganti tiap bulannya. Misalnya, membuat empek-empek, bolu gulung batik, aneka soes dan sebagainya. Mentor yang mengajarkan masakan pun berganti-ganti. Semua berasal dari anggota ARKME. Istilahnya dari anggota untuk anggota," kata Nani Much Reva, Ketua ARKME Batam kepada Tribun, Senin (20/4).
ARKME juga membuka kesempatan bagi siapa saja yang ingin terlibat dalam latihan memasak. Tujuannya, agar wanita khususnya ibu rumah tangga memiliki ketrampilan atau bahkan bisa menjadi tambahan penghasilan dari belajar kue tersebut. Apalagi, dalam grup ini banyak pemilik usaha kuliner yang bisa menjadi teman sharing ilmu dan pengalaman di dunia kuliner. "Syaratnya, calon peserta harus gabung dalam grup FB ARKME dan ARKME Batam," ujar Nani.

Sementara itu, Kuswandari Tri Astuti yang menjadi mentor mengolah pastry mengaku senang bisa berbagi ilmu membuat pastry dan aneka olahannya. Meski saat ini sedang menjalankan usaha katering Dapur Mambo di Perumahan KDA, tapi dia yakin apa yang dilakukannya tak akan mengganggu usahanya.
"Saya yakin rezeki tak akan tertukar. Saya tak takut konsumen diambil orang gara-gara saya membagikan ilmu. Justru dengan membagikan ilmu, saya bisa mencari ilmu baru untuk memajukan usaha saya," katanya.
Menurutnya, dalam dunia kuliner, meski mengolah resep yang sama, citarasa antara satu dan lainnya tak akan pernah sama. Jadi, meski resep sama konsumen bisa memilih mana yang sesuai selera mereka.

Dalam Latbar tersebut, ARKME Batam mendapat dukungan dari sejumlah perusahaan ternama yakni PT PKP, Honda Capella Bengkong serta Indosat. "Kami berharap akan ada banyak lagi perusahaan yang memberikan perhatian untuk kegiatan positif kami. Mudah-mudahan, wanita di Batam bisa mandiri dan memiliki ketrampilan memasak baik untuk memanjakan keluarganya atau membuka usaha di bidang kuliner," ujar Nani.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/latbar-arkme-batam_20150420_213808.jpg)