Bank Sampah Mediterania Berseri Resmi Diluncurkan

Setelah terkumpul dan ditimbang, petugas dari DKP akan datang dan pembayaran dilakukan dengan metode transfer ke rekening yang sudah ditunjuk pengurus

Bank Sampah Mediterania Berseri Resmi Diluncurkan
Tribun Batam/ Penny Sekar November
Sejumlah warga melihat staf DKP Kota Batam saat proses penimbangan di Bank Sampah Mediterania Berseri Perumahan Taman Mediterania Batam Centre, Kamis (23/4/2015).

Laporan Tribunnews Batam Penny Sekar November

TRIBUNNEWSBATAM.COM, BATAM - Persoalan sampah yang kian pelik di Batam, ternyata justru memunculkan ide pembentukan bank sampah di beberapa perumahan. Salah satunya adalah Bank Sampah Mediterania Berseri di Perumahan Taman Mediterania Batam Centre yang resmi diluncurkan, Kamis (23/4/2015).

Menurut Sugiyanti, Ketua Tim Penggerak PKK Taman Mediterania sekaligus Ketua Pengelola Bank Sampah Mediterania Berseri, ide pembentukan bank sampah tersebut berawal dari keprihatinan melihat persoalan sampah di Batam yang tak kunjung selesai.

"Padahal sampah tersebut jika dikelola dengan baik, bisa mendatangkan nilai ekonomis bagi warga. Mereka bisa mendapat penghasilan tambahan dari sampah rumah tangga masing- masing,''kata Yanti, panggilan akrab Sugiyanti saat ditemui Tribun.

Selain itu, kata Yanti lagi, setelah melihat beberapa bank sampah di Batam ternyata bisa dikelola dengan baik seperti di Batuaji, membuat Tim Penggerak PKK RW 8 Taman Mediterania yang dipimpinnya kian bersemangat membentuk bank sampah tersebut.

"Kita juga bekerjasama dengan Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kota Batam yang mencetuskan pendirian bank sampah sejak tahun lalu,''papar Yanti. Nantinya DKP yang menjemput sampah-sampah yang sudah dipisah-pisah sesuai kategori.

"Warga bisa mengumpulkan sampah di lokasi yang sudah ditentukan dan nantinya ditimbang. Masing-masing kategori sampah tersebut ada nilai jualnya yang berbeda-beda,''jelas Yanti.

Sampah-sampah yang dikumpulkan adalah sampah kering seperti plastik, kertas, kardus, botol minuman, besi, dan sebagainya.

" Setelah terkumpul dan ditimbang, petugas dari DKP akan datang dan pembayaran dilakukan dengan metode transfer ke rekening yang sudah ditunjuk pengurus. Warga bisa mengambil uang dari penjualan sampah per bulannya, atau bisa juga ditabung,''lanjut Yanti.

Nantinya, program bank sampah ini juga akan dikembangkan berupa program kreasi sampah dari barang daur ulang.

"Intinya kami mengajak masyarakat terutama warga di Mediterania ini untuk berpartisipasi membantu mengatasi persoalan sampah rumah tangga dan sekaligus mendapat manfaat secara ekonomis dari bank sampah ini,''harap Yanti.

Editor: Rio Batubara
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved