Mimpi Batam Miliki Kebun Raya

Satu Lagi Tersangka Kebun Raya Batam Ditangkap Kejati Kepri

Kejati Kepri, kembali menahan tersangka lain kasus dugaan korupsi pembangunan Kebun Raya Batam, Selasa (28/4/2015) malam.

Satu Lagi Tersangka Kebun Raya Batam Ditangkap Kejati Kepri
tribunnews batam/aprizal
Yusirwan, selaku Direktur PT Asfri Putra Rora (PT APR) saat ditangkap Kejati Kepri, Selasa (28/4/2015) malam. 

Sebagaimana disampaikan oleh Asisten Tindak Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati Kepri, Yulianto SH kepada awak media, Kamis (23/4/2015) malam lalu, penyidik langsung melakukan penahan terhadap yang ditetapkan tersangka, M Zaini Yahya selaku projek manager PT Arah Pemalang, kontraktor pembangunan kebun Raya Batam tahap pertama menggunakan anggaran APBN tahun 2014 senilai 21 miliar.

"Pagu anggarannya Rp 23 miliar dan HPS nya Rp 21 miliar. Kedua orang yang ditetapkan tersangka, M Zaini dan Ir One Indirasari Hardi selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dari Kementrian PU. Hitungan sementara atau estimasi penyidik, kerugian negara mencapai Rp 11 miliar lebih,"ujar Yulianto.

Dengan ditingkatkannya status penyelidikan ke penyidikan, kata Yulianto, penyidik baru melakukan penahanan terhadap tersangka Zaini.

Sementara untuk tersangka One, tambahnya, penyidik masih melakukan pemanggilan untuk dimintai keterangan.

"Dalam dugaan korupsi, modusnya adalah memanipulasi spek yang terdapat dalam kontrak. Salah satunya, adanya folume tanah yang tidak sesuai spesifikasi kontrak. Contohnya, ketebalan atau kedalaman kondisi tanah yang direncanakan sesuai kontrak,"kata Yulianto.

Dalam kasus dugaan korupsi pembangunan Kebun Raya Batam, tegas Yulianto, tidak menutup kemungkinan akan bertambah tersangkanya."Tunggu hasil penyidikan, yang jelas untuk tersangka Zaini dilakukan penahanan karena sudah memenuhi unsur yang dituduhkan. Selain itu, tersangka diamankan karena dikwatirkan bisa menghilangkan barang bukti,"pungkas Yulianto,

Setelah tim penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kepri menetapkan dua orang tersangka dalam kasus dugaan korupsi pembangunan Kebun Raya Batam, M Zaini Yahya selaku projek manager PT Arah Pemalang (PT AP) dan Ir One Indirasari Hardi selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dari Kementrian PU, kini Direktur PT AP, Syamsir Gultom dimintai keterangan oleh penyidik.

Bersamaan dengan pemeriksaannya, Syamsir, langsung mengembalikan dana sebesar Rp 360 juta. Dana tersebut diperolehnya dari fee bendera perusahannya (PT AP) yang dipinjamkan kepada PT Asfri Putra Rora.

Dana yang masuk ke kantong pribadinya itu, yakni fee sebesar dua persen dari nilai kontrak pembangunan Kebun Raya Batam yang menggunakan anggaran APBN tahun 20014 sebesar Rp 21 miliar.

Editor:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved