Sunderland vs Southampton, Pertandingan Mantan Murid Melawan Guru
Satu hal yang dinilai Koeman membuat Sunderland kini lebih berbahaya adalah pergantian pelatih dari Gus Poyet kepada Dick Advocaat
TRIBUNNEWSBATAM.COM - Usaha Southampton tampil di kompetisi Europa musim depan belum berakhir. Setelah pekan lalu ditahan imbang 1-1 Tottenham Hotspur, Sabtu (2/5) ini pasukan Ronald Koeman itu akan kembali melanjutkan kampanye meraih tiket ke Liga Europa, dengan menghadapi Sunderland di Stadium of Light.
The Saint saat ini bercokol di peringkat ke-7 klasemen dengan mengumpulkan poin 57. Mereka hanya berjarak satu poin dari Liverpool dan Tottenham yang berada di peringkat ke-5 dan ke-6, yang sama-sama mengumpulkan poin 58.
Dengan kompetisi yang menyisakan empat pertandingan lagi, secara matematis Southampton masih berpeluang menggusur The Reds di peringkat ke-5. "Fokus kami saat ini adalah finis di urutan kelima, keenam, atau ketujuh. Jika kami bisa mencapai Liga Europa, itu adalah harapan yang tersisa," kata Koeman.
Mantan pelatih Ajax Amsterdam itu optimistis target meraih tiket Liga Europa itu akan tercapai. Apalagi lawan yang akan dihadapi di sisa kompetisi ini relatif tidak terlalu berat. Hanya Manchester City yang mungkin bisa menjadi sandungan. Sementara di tiga laga lain, The Saint berturut-turut akan menghadapi Sunderland, Leicester, dan Aston Villa.
Khusus melawan Sunderland, Koeman sangat yakin timnya akan kembali meraih tiga angka. Catatan kemenangan 8-0 di putaran pertama lalu, menjadi modal bagi The Saint menghadapi The Black Cats di pertandingan pekan ke-35 ini.
Namun demikian, Koeman mengatakan sulit bagi timnya mengulangi kemenangan telak delapan gol tanpa balas itu. "Kami mencetak banyak gol yang hebat di putaran pertama lalu. Tapi pertandingan Sabtu ini akan benar-benar berbeda," kata Koeman seperti dilansir Soccerway.
Satu hal yang dinilai Koeman membuat Sunderland kini lebih berbahaya adalah pergantian pelatih dari Gus Poyet kepada Dick Advocaat. Sebagai mantan anak didik Advocaat di Timnas Belanda, Koeman sangat memahami kemampuan pelatih 67 tahun itu. "Dick Advocaat adalah seorang pria dengan banyak pengalaman dalam keadaan sulit. Dia akan memberi semangat juang kepada Sunderland untuk bertahan di Premier League," kata Koeman.
Selain itu kendala lain adalah masalah cedera pemain yang menerpa timya. Yang terbaru, Koeman baru kehilangan Morgan Schneiderlin yang dipastikan menepi hingga akhir musim akibat cedera lutut.
Sunderland sendiri kini sedang berada di zona bahaya. Dengan baru mengumpulkan poin 30, The Black Cats kini terpuruk di peringkat ke-18 klasemen Premier League. Meski demikian, Advocaat yakin timnya akan bisa lolos dari jerat degradasi.
Menurutnya, Sunderland harus memenangkan dua dari lima laga tersisa jika ingin bertahan di Premier League.
“Kami tahu kalau tim harus mendapatkan hasil-hasil [positif]. Paling tidak kami membutuhkan enam poin dari lima laga terakhir. Kami punya kesempatan bertahan jika bisa mendapatkan enam poin,” ujar Advocaat.
“Kami masih harus belajar. Tim harus tahu ketika sedang tertinggal, mereka masih bisa mengubah pertandingan. Kami lupa melakukan itu saat menghadapi Crystal Palace,” katanya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/ronald-koeman_20150502_173106.jpg)