Renovasi Rumah Kajati Kepri dan Wakilnya Telan Anggaran Rp 3,8 M

Pemerintah Provinsi Kepri akan merenovasi rumah Dinas Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati), wakilnya (Wakajati) dan landscape kantor Kejati.

Renovasi Rumah Kajati Kepri dan Wakilnya Telan Anggaran Rp 3,8 M
www.kejati-kepri.go.id
Suasana kegiatan usai rapat kerja daerah (rakerda) Kejati Kepri tahun 2013 lalu. 

Laporan Tribun Batam, Aprizal

TRIBUNNEWSBATAM.COM, TRIBUNNEWSPINANG- Pemerintah Provinsi Kepri akan merenovasi rumah Dinas Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati), wakilnya (Wakajati) dan landscape kantor Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kepulauan Riau  (Kepri) menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2015.

Tidak tanggung-tanggung, sebanyak Rp 3.811.445.000.

Bahkan lelang pengerjaan proyek sudah selesai.

PT Flopen Sejahtersa (FS) keluar sebagai perusahan kontraktor pemenang lelang dari 45 perusahan kontraktor yang mengikuti lelang.

Data yang diperoleh Tribun Batam dari web Kepriprov.go.id, dalam anggaran APBD Kepri yang dialokasikan untuk pekerjaan kontruksi di Kejati Kepri tersebut, Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Kepri bertindak sebagai agensinya.

Dari sebanyak 45 perusahan kontraktor yang mendaftar, hanya empat perusahan yang memasukkan harga penawaran.

Dari keempat perusahan yang memasukkan harga penawaran, PT Seberong Fatra (PT SF), diketahui sebagai perusahan yang memasukkan harga penawaran paling terendah yakni sebanyak Rp 3.690.116.000.00.

Sementara itu PT FS sebagai perusahan yang dinyatakan sebagai pemenang diketahui memasukkan harga penawaran sebayak Rp 3.694.129.000.00.

Sementara itu PT Ramawijaya (R) berada pada urutan ketiga dengan harga penawaran Rp 3.740.949.000.00 dan disusul oleh PT Sinar Terang Surya Abadi (STSA), dengan harga penawaran Rp 3.806.809.100.00.

Sesuai dengan jadwa lelang yang diumunkan secara online, pengumuman Pascakualifikasi dimulai pada 25 Maret hingga 30 Maret 2015.

Setelah melalui tahap demi tahap dalam proses mencari pemenang lelang, baru penandatangan kontrak dilakukan pada 15 April hingga 27 April 2015.

Rachmat Nst, selaku sekretaris Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Hitam Putih mengatakan, sah-sah saja adanya dana APBD Kepri yang dialokasikan untuk merenovasi rumah Kajati dan Wakajati.

Namun dengan adanya alokasi dana APBD Kepri itu, pinta Rachmad, jangan sampai ada kesan atau anggapan miring oleh masyarakat ke institusi Kejaksaan.

"Sama-sama kita ketahui, pihak Kejati sedang gencar-gencarnya menindak pejabat yang diduga melakukan tindakan korupsi. Sama-sama kita ketahui juga, sudah berapa kali berganti Kajati tidak pernah adanya kasus dugaan korupsi anggaran APBD yang diproses. Sementara itu, ada beberapa Dinas yang menjadi sorotan masyarakat. Kita berharap, penegakan hukum dalam membrantas pejabat korup tidak terkesan diskriminatif,"ungkap Rachmat.

Editor:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved