Tolak Berhubungan Intim, Suami Ini Jadikan Istrinya 'Samsak Hidup'

Saat itu, NL tengah tertidur setelah sebelumnya pasangan suami istri (pasutri) ini terlibat cekcok mulut dalam masalah rumah tangga.

Tolak Berhubungan Intim, Suami Ini Jadikan Istrinya 'Samsak Hidup'
detiknews.com
Ilustrasi penganiayaan

Laporan Wartawan Tribunnews Batam, Filemon Halawa

TRIBUNNEWSBATAM.COM, SELATPANJANG - Lantaran menolak berhubungan intim, seorang Ibu rumah tangga, berinisial NL (38) menjadi korban 'samsak hidup' oleh suaminya sendiri, SU (40), di Jalan Sidomulyo,Selatpanjang, Meranti, Riau.

Dari informasi yang dihimpun Tribun Batam, peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 08.30 Wib, Minggu (17/5/2015) di kediaman mereka. Saat itu, NL tengah tertidur setelah sebelumnya pasangan suami istri (pasutri) ini terlibat cekcok mulut dalam masalah rumah tangga.

Saat itu, SU datang menghampiri NL yang sedang tertidur. Ia pun membangunkan NL guna mengajak berhubungan intim. Namun tawaran tersebut ditolak NL, karena masih kesal dengan SU.

Tak terima dengan penolakan tersebut, SU pun langsung naik pitam dan langsung menganiaya istrinya dengan cara memukul beberapa kali ke bagian wajah hingga mengalami memar.

NL pun tak terima atas perlakuan sang suami, dan langsung membuat laporan ke Polisi.

"Mereka ini sudah bermasalah (Cekcok mulut masalah keluarga) sebelumnya, makanya ada penolakan dari istrinya," kata Kapolres Kepulauan Meranti AKBP Zahwani Pandra Arsyad melalui AKP Antoni Lumban Galo kepada Tribun Batam ketika dihubungi via selalurnya, Senin (18/5/2015) sekitar pukul 14.10 WIB.

Ketika korban mendatangi kantor polisi, SU pun mengajak damai. Namun di tolak oleh korban. Mengingat pelaku sudah terlalu sering melakukan penganiayaan terhadapnya.

“Kata korban sudah berungkali SU bertindak kasar. Mungkin tak tahan dengan perlakuan itu, makanya ia lanjutkan. Sempat kami sampaikan pemahaman agar ini bisa diselesaikan, namun karena merasa kesal lagi atau sering disakiti, korban tetap mau suaminya dihukum,” jelas Antoni.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, SU dikenakan Undan-undang (UU) Nomor 23 Tahun 2004 pasal 44 Tentang Tindak Pidana Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT). (*)

Editor:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved