Sabtu, 25 April 2026

Heboh Beras Sintetis alias Plastik

Waspadai Beras Plastik, Jika Ketemu akan Ditarik dari Pasar Batam

Disperindag Kota Batam Amsakar Ahmad minta masyarakat Batam waspadai peredaran beras plastik atau sintetis.

instagram
Beras plastik yang dibeli oleh warga Bekasi di sebuah pasar tradisional pada 18 Mei 2015 lalu. 

Laporan Tribunnews Batam, Anne Maria

TRIBUNNEWSBATAM.COM, BATAM- Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Batam Amsakar Ahmad minta masyarakat Batam waspadai peredaran beras plastik atau sintetis.

Meski ia mengaku sampai saat ini tidak ditemukan beras yang diduga dioplos asal Tiongkok tersebut, Amsakar tetap meminta masyarakat berhati-hati dalam mengkonsumsi beras.

Menurutnya ada empat ciri beras plastik atau beras sintetis yang bisa dikenali secara kasat mata.

Pertama, warna beras yang tidak putih seperti beras biasa. Menurutnya, beras plastik memiliki warna yang agak kekuningan, kemudian bentuknya pun tidak seperti beras biasa.

"Beras biasakan agak lonjong, dan seperti ada matanya di tengah. Kalau yang ini bentuknya kotak-kotak, biarpun ukurannya sama dengan beras biasa. Warnanya ‎pun agak kuning," ujar Amsakar.

Ketika dicuci dengan air pun, beras plastik akan menimbulkan kesan tak basah ketika diangkat dari dalam air.

Lalu,‎ ketika dimasak, nasinya akan terasa lengket laiknya plastik yang terkena panas.

Saat ini, Disperindag yang sudah berkoordinasi dengan distributor, minimarket dan supermarket, Bulog, serta kepolisian  telah menguji sampel beras dari beberapa pasar dan distributor.

"Kita sudah lakukan survei dan ambil sampel beras, di pasar Botania dan minimarket serta toko penjual di sekitar Pasar Cahaya Garden sampai ke distributor, seperti‎ PT Mitra Mandiri, UD Setia Karisma, CV Five Brothers. Alhamdulilah tidak dijumpai beras yang terindikasi dicampur beras plastik itu," tuturnya, Jumat (22/6/2015).

Namun begitu, hasil sidak lapangan tersebut tidak akan menghentikan sidak beras ke depannya.

Jika memang ditemukan, ia menegaskan agar para pedagang atau distributor untuk menarik beras berbahaya itu.

"Sidak akan terus dilakukan, tapi tidak tiap hari. Kita sudah koordinasikan ke distributor, kalau memang ada harus ditarik barang itu. Ditingkat‎ pusat pun sangat serius ancamannya, kalau ditemukan tetap dijual disebut Makar terhadap negara. Makanya kami tegaskan sekali kepada distributor untuk memusnahkan beras plastik yang mereka temukan," tutur dia lagi.

Tidak ditemukannya beras plastik dari hasil sidak yang dilakukan Disperindag, menurutnya dipengaruhi oleh kecenderungan pasar di Batam juga.

Selain mendapat pasokan beras dari dalam negeri, beras yang beredar di Batam dominan datang dari Thailand dan Vietnam.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved