Jumat, 10 April 2026

Krisis Listrik di Tanjungpinang

Soal PLN Tanjungpinang "Percume, Tak Ade Gune! Mau Bicara Apa Lagi Kite?"

Kekecewaan atas kinerja PLN Tanjungpinang, hampir dirasakan seluruh masyarakat.

Tribun BATAM/Ikhwan
Mobil Mitsubishi nomor polisi BP 8932 TB milik PLN menjadi amukan massa, Selasa (19/5/2015) 

Laporan Tribunnews Batam, Aminuddin

TRIBUNNEWSBATAM.COM, TANJUNGPINANG - Kekecewaan atas kinerja PLN Tanjungpinang, hampir dirasakan seluruh masyarakat.

Termasuk pemilik usaha kuliner, baik itu skala restoran, rumah makan, sampai warung makan.

Pemadaman masih saja terus terjadi di Tanjungpinang.

"Kita kerap kesulitan sediakan es kosong dan minuman segar kepada konsumen. Maaf, Kulkas rusak, habis sering lampu mati. Bikin es susah, jadi terpaksa beli di luar sekarang ini, "kata Ijah, pemilik warung makan di Bincen, Bintan Centre Batu 9, Selasa (26/5/2015).

Mak Ijah mengaku tak tahu lagi harus berkata apa.

"Percume, tak ade gune, mau bicara apa lagi kite ini. Malah lampu mati 3 jam hidup 3 jam mati, macam minum obat saje. Kemarin malam, kite sekeluarga terpaksa makan jam 3 malam, tunggu lampu hidup,"kata dia.

Mak Ita juga terpaksa mengatur ulang jadwal masak untuk rumah makannya. Tujuannya, agar pelayananan terhadap konsumenya tetap berjalan baik.

"Yang paling utama itu masak nasi, mesti ebih cepat, kita berburu dengan listrik PLN, 3 jam hidup 3 jam mati itu sangat mengganggu,"kata dia.

Selain itu, pola pembelian bahan makanan rumah makan diatur lagi agar cita rasa menu tetap terjaga.

Dia menyebutkan, salah satu kulkas untuk bahan sayuran segar, sudah rusak akibat seringnya mati lampu.

"Satu kulkas kite tak lagi terpake. Jadi sayuran kita adakan sesuai porsi, biar segar selalu. Kita ini prasmanan, pelayanan sama konsumen itu nomor satu,"kata Mak Itah.

Senada juga diungkapkan Mak Ita, pemilik rumah makan prasmanan khas Melayu di Bincen.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved