Korupsi Hibah Bansos Kepri

Ini Kata Sekda Kepri Soal Korupsi Bansos Mantan Anggota DPRD

Sekda Kepri Robert Iwan Loriaux menegaskan, kasus bansos yang menyeret mantan Ketua Komisi II DPRD Kepri, Abdul Aziz sepenuhnya di tangan penerima.

Ini Kata Sekda Kepri Soal Korupsi Bansos Mantan Anggota DPRD
tribunnews batam/alvin
Direktorat Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Kepri akhirnya berhasil menangkap tersangka tindak pidana korupsi (Tipikor) Abdul Aziz, S,sos, MM, Msi, Jumat (29/5/2015) sore di Sky View Hotel Batam Centre. 

Laporan Tribunnews Batam, Anne Maria

TRIBUNNEWSBATAM.COM, BATAM- Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Kepri, Robert Iwan Loriaux menegaskan,  kasus dana bantuan sosial (bansos) yang menyeret mantan Ketua Komisi II DPRD Kepri, Abdul Aziz sepenuhnya menjadi tanggungjawab penerima.

Baca: Lagi Santai di Kamar Hotel, Tersangka Korupsi Bansos Ditangkap

Jika ada proses penyalahgunaan, sehingga penerima bansos sebesar Rp 1,5 miliar tidak menerima penuh atau bahkan sama sekali tidak dialokasikan maka pihaknya menyerahkan pada proses hukum.

Menurut Robert,‎ pengalokasian dana bansos yang dilakukan DPRD untuk elemen masyarakat, menyulitkan pemerintah provinsi.

Sebelum kasus ini mencuat, Robert mengaku dirinya sendiri sudah dipanggil oleh aparat Polda Kepri.

"Sebelumnya saya sudah dimintai keterangan juga, mulai dari proses penganggaran sampai pencairannya. Sudah ditanya dari kemarin-kemarin. Kalau sudah dicairkan, itu seharusnya menjadi tanggungjawab yang menerima. Dana bansos ini serba susah," tutur Robert usai menghadiri Create Wonderful Kepri di Kepri Mal, Sabtu (30/5/2015) malam.‎

Robert menjelaskan, sebelum dialokasikan, pihaknya pun sudah melakukan verifikasi apakah penerima (masyarakat/lembaga) bukanlah fiktif.

Namun apabila kondisi di lapangan, dana tersebut tidak sampai kepada penerima, ia sendiri mengaku tidak tahu.

Sebelum dialokasikan, penerima harus menyerahkan data lengkap.

"Kitapun verifikasi kembali data itu. Lagipula penyalurannya bukan kita kasih uang tunai begitu. Kita langsung lewat rekening penerima dana. Tapi kalau ternyata tidak sampai, atau malah dikirim lagi ke oknum Dewan, mana kami tahu,"tambah dia.‎

Robert bahkan menjamin jika stafnya tidak ada yang bermain dengan dana alokatif atau bansos tersebut.

Alasannya, staf Pemprov Kepri mengirim melalui rekening pihak yang direkomendasikan Dewan untuk menerima.

"Saya jamin anak buah nggak ada yang berani. Itu memang bukan terjadi di jaman saya, tapi sekarang sudah nggak jamannya lagi bisa macam-macam. Nggak ada lagi pegawai yang bisa main-main. Siapa yang mau masuk penjara? ‎Dan yang penting tidak ada dari aliran dana itu kemana-mana, Ntah ke rekening Sekda, atau kemana," tegas dia lagi.

Editor:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved