Breaking News:

"Kami Warga Nongsa Benar-Benar Dikibuli PT SMOE Indonesia"

Sekitar 300 warga Batu Besar Kecamatan Nongsa, Batam, hendak mendatangi PT SMOE Indonesia di Kawasan Industri Terpadu Kabil, Rabu (3/6/2015).

tribunnews batam/alvin
Sekitar 300 warga Batu Besar Kecamatan Nongsa, Batam, berkumpul di salah satu rumah warga hendak mendatangi PT SMOE Indonesia di Kawasan Industri Terpadu Kabil, Rabu (3/6/2015) sekitar jam 09.00 WIB. 

Laporan Tribunnews Batam, Alvin Lamaberaf

TRIBUNNEWSBATAM.COM, BATAM- Sekitar 300 warga Batu Besar Kecamatan Nongsa, Batam, hendak mendatangi PT SMOE Indonesia di Kawasan Industri Terpadu Kabil, Rabu (3/6/2015) sekitar jam 09.00 WIB.

Namun warga yang sudah berkumpul di rumah RT 04 Jabi dan hendak bergerak ke PT Smoe, diredam dan dibubarkan aparat kepolisian.

Ketua aksi kelompok Gerakan Peduli Masyarakat Nongsa (GPMN) Amiludin mengatakan, warga sudah tidak tahan dikibuli pihak manajemen PT SMOE.

Pasalnya, PT SMOE telah mengabaikan kesepakatan bersama warga tempatan dalam kuota penerimaan tenaga kerja.

Sehingga warga berencana melakukan aksi dan melakukan sweeping terhadap kartu tanda penduduk (KTP) milik para tenaga kerja.

"Kita benar-benar dikibuli. Ini soal ketenagakerjaan. Kita sudah ada komitmen 20 persen orang tempatan diterima sebagai karyawan. Tapi kenyataan tidak. Kalau mereka tidak penuhi itu lagi, kita akan datangi SMOE, dan sweeping KTP," kata Amiludin, diakui warga Rabu (3/6/2015).

Editor:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved