Prostitusi On Line

Shelter Pemko Batam tak Terima Korban Prostitusi Online karena Anggaran?

Penolakan enam korban traffacking Flamboyan Massage oleh shelter Pusat Pelayanan Terpadu Perempuan dan Anak (P‎2TP2A, dikarenakan alasan anggaran.

Shelter Pemko Batam tak Terima Korban Prostitusi Online karena Anggaran?
tribunnews batam/argianto
Sejumlah wanita termasuk 2 WNA ditangkap polisi di Flamboyan Massage yang terletak di Komplek Paradise Nagoya, Batam, lantaran diduga jalankan prostitusi online, Rabu (20/5/2015). 

Laporan Tribunnews Batam, Anne Maria

TRIBUNNEWSBATAM.COM, BATAM- Penolakan enam korban traffacking Flamboyan Massage oleh shelter Pusat Pelayanan Terpadu Perempuan dan Anak (P‎2TP2A) di Sekupang, dikarenakan alasan anggaran.

Hal tersebut dikemukakan oleh Lince Ramli, pengurus shelter Embun Pelangi, saat hearing dengan DPRD Kota Batam, Rabu (3/6/2015).

Lince menyatakan, penolakan yang dilakukan P2TP2A karena tidak adanya anggaran untuk korban trafficking.

"Dia (Nurma, pengurus shelter P2TP2A) bilang baru ada anggaran tahun 2016. Jadi maksudnya tidak boleh ada korban trafficking selama setahun ini,"kata Lince.

Menurut Lince, proses pemulangan korban trafficking tidak semudah yang dibayangkan.

Berbeda dengan pemulangan TKI. Khusus korban trafficking harus menggunakan pendampingan hingga ke rumah orangtua korban.

"Kami bukan nuntut apa-apa, cuma kalau di tempat kami jugakan ada cost (biaya) terus menerus. Sekarang beruntung saja masih ada beberapa pihak yang bantu seperti dari Gerakan Anti Trafficking (GAT), anggota dewan. Tapi sampai kapan? Terus pemulangan mereke juga bagaimana?'tanya Lince lagi.

Jika hanya dipulangkan seperti TKI, ia khawatir para korban tersebut akan didapatkan kembali oleh para pelaku tindak penjualan manusia.

Editor:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved