Prostitusi On Line

"Tidak Ada Shelter Pemko Batam Menolak, Justru Kami Suruh Mereka Tinggal"

Kepala BPPPA dan KB Nurmadiah membantah korban prostitusi online Flamboyan Massage ditolak shelter Pemko Batam.

tribunnews batam/elhadif
Sejumlah wanita termasuk 2 WNA ditangkap polisi di Flamboyan Massage yang terletak di Komplek Paradise Nagoya, Batam, lantaran diduga jalankan prostitusi online, Rabu (20/5/2015). 

Laporan Tribunnews Batam, Anne Maria

TRIBUNNEWSBATAM.COM, BATAM- Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (BPPPA dan KB), Nurmadiah membantah korban prostitusi online Flamboyan Massage ditolak shelter Pemko Batam.

Badan yang membawahi tim shelter Pusat Pelayanan Terpadu Perempuan dan Anak (P‎2TP2A) di Sekupang itu justru mempersilahkan para korban untuk tinggal di dalam shelter.

"Nggak ada itu nak, malah kita suruh mereka masuk. Cuma saat itu belum ada penjaganya. Korban inikan perempuan, jadi harus dijaga sama Satpol PP yang perempuan juga. Kita harus surati Satpol PP dulu," ujar Nurmadiah saat dihubungi wartawan via telepon genggamnya, Rabu (3/6/2015).

Nurmadiah mengatakan shelter tersebut memang diperuntukkan bagi anak maupun perempuan korban trafficking atau kekerasan dalam rumah tangga (kdrt).

Menurut Nurmadiah, selain tempat, badan yang dipimpinnya itupun mempunyai anggaran khusus bagi para korban trafficking.

Sehingga tidak ada alasan bagi pihaknya untuk mengusir atau menelantarkan para korban.

"Ada anggarannya. Kalau pun tidak ada yang untuk pemulangannya ke daerah, kami bisa koordinasikan dengan daerah asal si korban. Kitakan sudah ada kerjasama juga dengan daerah-daerah lain. Tinggal nanti kami menghubungi daerah asal mereka. Kita juga punya jaringan, tinggal koordinasi saja," tutur dia.

Editor:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved