Sabtu, 2 Mei 2026

Pameran Kelautan Indonesia di Batam "Saatnya Gait Investor Manca Negera"

KKP kembali menggelar Indonesian Investment Marine and Fisheries Expo 2015 di Mega Mall, Batam, Kamis (4/6/2015) pagi.

Tayang:
tribunnews batam/dokumentasi
Pameran kelautan di Batam beberapa waktu lalu. 

Laporan Tribunnews Batam, Anne Maria

TRIBUNNEWSBATAM.COM, BATAM- ‎Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) kembali menggelar Indonesian Investment Marine and Fisheries Expo 2015 di Mega Mall, Batam, Kamis (4/6/2015) pagi.

Pameran beragam produk kelautan perikanan yang terdiri dari 51 booth tersebut dilaksanakan mulai 5-6 Juni.

Saut P Hutagalung,‎ Dirjen Pengolahan dan Pemasaran hasil perikanan (KKP) mengatakan pameran tersebut membuka peluang investasi dan produk kelautan perikanan‎.

Pameran diikuti‎ peserta yang berasal dari pemerintah pusat, dinas kelautan dan perikan provinsi se-Indonesia, dinas kelautan dan perikanan kabupaten/kota, serta para pelaku usaha pengolahan dan pemasaran hasil perikanan.

Ia berharap kegiatan ini menjadi ajang promosi peluang usaha dan investasi di bidang perikanan.

"Kita akan memfasilitasi terjadinya kontak langsung antara peserta dengan investor atau buyers, jadi ada kesepakatan atau kerjasama bisnis yang saling menguntungkan," ucap Saut.

Apalagi,‎ sektor kelautan dan perikanan mmpunyai peran strategis menjadi lokomotif dan penggerak utama akselerasi pembangunan nasional yang berbasis sumber daya alam.

Khusus Batam, menurut Saut kegiatan ini menjadi salah satu antisipasi dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA).

"Akhir tahun 2015 MEA sudah akan mulai dilaksanakan. Kalau melihat itu, peredaran barang hasil kelautan dan perikanan ini akan sangat mungkin ‎diikuti oleh negara lain, seperti Singapura, Malaysia dan Thailand. Jadi kita harus siap, sebab produk kita akan bersaing dengan produk asing," tuturnya.‎

‎Saat ini, ekspor hasil kelautan dan perikanan Indonesia untuk ASEAN sudah mencapai 530 juta US dolar.

Dengan kegiatan ini, ia yakin dapat menyumbangkan angka lebih besar lagi.

"Saya yakin akhir tahun ini menembus 600 juta US dolar. Asal produk-produk kita memiliki bahan baku yang baik, kualitas baik, saya yakin berpotensi meningkat. Kebutuhan pasar bebas nanti akan memberi peluang usaha yang meningkat untuk kita. Jadi kita jaangan takut sama MEA, asal kita siap," ucap dia.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved