Tewas Tenggelam di Dam Duriangkang
"Tolong Laporkan Polisi! Eka dan Ridwan Tenggelam"
Indah Riski, teman wanita korban, sempat mengirimkan pesan SMS yang isinya permintaan pertolongan.
Laporan Tribunnews Batam, Wahib Wafa
TRIBUNNEWSBATAM.COM, BATAM- Sebelum tragedi tewasnya dua pelajar SMAN 8 Batam di Dam Duriangkang, Selasa (16/6/2015), Indah Riski, teman wanita korban, sempat mengirimkan pesan SMS yang isinya permintaan pertolongan.
Pesan tersebut dikirimkan Indah yang juga pelajar SMAN 8 Batam, kepada Leoni, teman sekelasnya.
Diceritakan Leioni, pesan singkat tersebut masuk ke HPnya yang isinya, "Tolong laporkan polisi! Eka dan Ridwan tenggelam."
Tak lama kemudian Satpol PP bersama anggota Polsek Sei Beduk tiba di TKP.
Dengan menggunakan pompong mereka menuju ke lokasi korban, Eka Ramdani dan Ridwan.
Saat tim datang, kedua korban saat itu mengapung di tengah dam.
Keduapun langsung dibawa ke atas kpompong.
Menurut tetangga korban yang juga ikut proses evakuasi, pengangkatan korban membutuhkan waktu cukup lama.
Pasalnya, jalan yang ditempuh cukup jauh dan sulit lantaran harus melewati rawa dan hutan.
Sesampainya di tepi dam, tim kemudian menandu kedua korban ke jalan setapak tempat diparkirnya mobil identifikasi Polresta Barelang.
Setelah itu, korban langsung dibawa ke RSBP, Sekupang, Batam untuk visum.
Sekitar pukul 18.00 WIB, kedua mayat korban diantar ke rumah duka masing-masing.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/ibunda-eka-ramdani-pelajar-sman-8-batam-histeris-mengetahui-anaknya-tewas-tenggelam_20150617_101937.jpg)