Mengapa Rencana Pembangunan Jalan Layang di Batam Mandek Begitu Saja?

Komisi III DPRD Provinsi Kepri pertanyakan kelanjutan rencana pembangunan fly over atau jalan layang di Kota Batam.

Mengapa Rencana Pembangunan Jalan Layang di Batam Mandek Begitu Saja?
tribunnews batam/argianto
Komisi III DPRD Provinsi Kepri membahas rencana pembangunan fly over di Batam, Kamis (11/12/2013) malam di lantai 5 Gedung Graha Kepri. 

Laporan Tribunnews Batam, Anne Maria

TRIBUNNEWSBATAM.COM, BATAM- Komisi III DPRD Provinsi Kepri pertanyakan kelanjutan rencana pembangunan fly over atau jalan layang di Kota Batam.

Anggota Komisi III DPRD Provinsi Kepri, Irwansyah, menyayangkan terhentinya rencana pembangunan tersebut, padahal kementerian PU mengatakan sudah menyiapkan anggaran untuk pembangunannya.

"Kemarin saya baru ketemu pak Mus (Mustafa Wijaya, Kepala BP Batam). Nanti habis lebaran kita mau panggil BP Batam lagi. Soalnya pembangunan fly over ini katanya terganggu atau terkendala karena BP Batam mau bangun jalan tol juga. Kemenpu mengatakan anggaran sudah ada cuma karena hal itu makanya batal," ujar Irwansyah ditemui usai buka puasa bersama dengan PT Green Global Sarana dengan segenap pengurus DPW BKPRMI, PW Parmusi dan PW Al-washliyah Kepri di Plamo Garden, Kamis (2/7/2015).

Padahal, melalui rapat terakhir Desember 2014, harusnya fly over di Batam sudah mulai dibangun April lalu.

Irwansyah mengatakan bahwa anggaran tidak menjadi alasan terhentinya rencana pembangunan tersebut.

"Anggaran itu multiyears, harus diajukan ke Kemenkeu. Ada persetujuan Menkeu dulu, cuma ini katanya belum diajukan ke ke Menkeu juga. Untuk anggaran multiyears ini syaratnya memang banyak, harus ada DED, Amdal, lahannya jelas," tutur dia.‎

Menurut Irwansyah, pihak kementerian PU pernah mengungkapkan bahwa BP Batam meminta agar pembangunan fly over dibagi waktunya dengan pembangunan jalan tol.

Padahal menurutnya pembangunan jalan tol di Batam efeknya tidak terlalu besar dibandingkan kehadiran fly over untuk mengurai kemacetan di jalan-jalan utama Batam.

"Jalan tol kan kecil saja, harus bayar lagi. BP Batam bilang tol ini sekalian untuk membedakan jenis kendaraan yang boleh lewat. Nanti motor nggak bisa lagi lewat jalan utama," kata dia.

Politisi PPP itu bahkan sempat menduga rencana pembangunan fly over sengaja digaungkan untuk kepentingan politik saja.

Sebab, saat rencana awal pembangunan fly over bergulir, dua institusi pemerintahan di Batam (BP Batam dan Pemko Batam) terlihat sama-sama mengklaim bahwa itu merupakan keberhasilan masing-masing institusi mereka.

"Kemarin pas pemaparan rebutan, sekarang terhenti begitu saja. Kita nggak mau rencana ini cuma dijadikan untuk kepentingan politik saja. Nanti kita akan panggil lepas lebaran untuk menanyakan soal fly over ini siapa yang benar?. Memang tidak ada anggaran atau karena BP Batam mau bangun jalan tol," kata dia.

Editor:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved