Begini Tips Sehat Mengolah Ikan Bakar dan Goreng

Kandungan protein ikan yang digoreng sangat tergantung dari suhu dan lama menggorengnya.

Begini Tips Sehat Mengolah Ikan Bakar dan Goreng
SERAMBI INDONESIA/M ANSHAR
Pedagang menjual ikan bakar siap saji di kawasan Jalan T Nyak Makam depan Asrama Aceh Selatan, Banda Aceh, Senin (9/1/2014). Ikan-ikan seperti rambeg, kakap merah, bandeng, dan tongkol dijual dengan harga terjangkau dari Rp 45.000 hingga Rp 10.000 per ikan 

TRIBUNNEWSBATAM.COM - Sangat menggemari hidangan dari ikan karena lezat dan sehat? Nah, Anda harus tahu dulu bagaimana cara mengolah ikan goreng dan ikan bakar yang sehat agar aman untuk kesehatan.

Pasalnya, cara mengolah ikan yang sehat adalah dengan proses tim, kukus, rebus atau dipanggang dengan oven. Ikan digoreng memang rasanya lebih gurih, tetapi bila minyak yang digunakan telah berulang kali dipakai, akan berdampak buruk bagi kesehatan karena tingkat kejenuhannya tinggi.

Beberapa literatur menjelaskan, minyak goreng yang digunakan berulang kali dapat memicu kanker. Beberapa ahli kesehatan menganjurkan untuk menggunakan minyak goreng tidak lebih dari 3 kali pengulangan.

"Kandungan protein ikan yang digoreng sangat tergantung dari suhu dan lama menggorengnya. Semakin lama menggoreng maka kandungan protein pada ikan juga makin berkurang karena terjadi denaturasi protein oleh panas," terang Sri Wulandewi, AMGz dari RS Permata Depok.

Selain itu, ikan yang digoreng mengandung lebih banyak lemak dan energi dibanding dengan cara pengolahan yang lain. Lemak dan energi tersebut diperoleh dari minyak yang digunakan untuk menggoreng. "Jadi ikan goreng tidak memberikan efek buruk pada kesehatan bila yang digunakan untuk menggoreng baik kualitasnya dan menggorengnya tidak terlalu lama."

Bagaimana dengan ikan yang dipanggang di atas bara api? Ikan bakar cita rasanya diperoleh dari asap dan api yang dihasilkan dari proses pembakaran. Cita rasa yang dihasilkan tergantung pada kualitas media pembakaran yang digunakan. Media pembakaran seperti tempurung kelapa, sabuk kelapa, kayu jati, kayu bakau, dan lainnya, masing-masing memberikan cita rasa dan aroma yang berbeda.

Meski begitu, beberapa literatur menjelaskan bahwa makanan yang dibakar memberi efek karsinogenik, yaitu dapat memicu kanker. Selain itu, kandungan protein pada ikan bakar tergantung pada suhu dan lama membakarnya. "Semakin lama membakarnya, kandungan protein akan semakin berkurang. Jadi, konsumsi ikan bakar harus dibatasi." (Tabloidnova.com/Hilman Hilmansyah)

Tags
ikan bakar
Editor: Rio Batubara
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved