"Ada Oknum yang Tak Ingin Susi Air Menerbangi Anambas"

Tarik ulur penerbangan Susi Air di Anambas yang tidak jua terealisasi membuat Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Kepulauan Anambas, Masykur, gerah.

istimewa
Warga memperhatikan pesawat maskapai penerbangan perintis, Susi Air di Bandara Sei Bati, Karimun, 23 Januari 2014 sekitar pukul 15:00 WIB. 

Laporan Tribunnews Batam, SM Rohman

TRIBUNNEWSBATAM.COM, ANAMBAS-  Tarik ulur penerbangan Susi Air di Anambas yang tidak jua terealisasi membuat Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Kepulauan Anambas, Masykur, gerah.

Ia semakin kesal ketika mengetahui adanya oknum-oknum yang menurutnya ingin menggagalkan penerbangan perintis yang disubsidi pemerintah pusat itu masuk ke Anambas.

"Ada yang menelepon saya. Ada oknum-oknum yang datang ke Sub Direktorat Kemenhub di Jakarta. Ada dua orang berinisial AJ dan H. Mereka sepertinya keberatan bila Susi Air jadi beroperasi di Anambas," ujarnya, Senin (6/7/2015) pagi.

Meski tidak menyebutkan secara spesifik dua nama oknum yang dimaksud itu, namun Masykur sangat menyayangkan langkah yang diambil dua orang tersebut.

Ia khawatir dengan tidak beroperasinya Susi Air di Anambas, kebutuhan masyarakat Anambas akan moda transportasi udara semakin sulit.

"Susi Air ini nanti kan yang menikmati masyarakat Anambas juga. Ini yang harusnya perlu dipikirkan. Jangan sampai, tidak ada sama sekali rute penerbangan dari dan menuju Anambas ini," terangnya.

Masykur pun semakin tidak habis pikir dengan birokrasi termasuk untuk mengurus perizinan di Bandara Khusus Pamatak yang menurutnya berbelit-belit.

Pasalnya, proses pengurusan izin yang sudah berjalan sekitar satu bulan lebih itu, hingga kini belum menemui kejelasan, terlebih dengan batas waktu yang diberikan pada bulan ini.

"Informasi terakhir per tanggal 2 Juli dari managemen Susi Air ke SKK Migas. Beliau merasa dipingpong terus. Terakhir, SKK Migas sudah membalas surat dari ConocoPhillips. Mereka meminta Susi Air berkoordinasi dengan pihak Conoco,"bebernya.

Editor:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved