Bursa Pilgub Kepri 2015

Ini Sederet Larangan Soal Sumbangan Dana Kampanye Pemilukada

Pasangan calon tidak boleh terima sumbangan dari orang, perusahaan dan lembaga asing dengan mata uang asing.

Ini Sederet Larangan Soal Sumbangan Dana Kampanye Pemilukada
tribunnews batam/thomm
Ketua KPU Kepri Said Sirajuddin sedang memberikan sosialisasi pelaporan dana kampanye Pemilukada di Hotel Plaza Tanjungpinang, Kamis (23/7/2015) malam. 

Laporan Tribunnews Batam, Thomm Limahekin

TRIBUNNEWSBATAM.COM, TANJUNGPINANG - Para pasangan calon yang bakal bertarung dalam pemilihan umum kepala daerah (Pemilukada) diingatkan untuk memperhatikan beberapa hal dalam dana kampanye.

Ketua KPU Kepri Said Sirajuddin menyebutkan ada beberapa unsur yang harus diperhatikan dalam pengelolaan dana kampanye.

Misalnya, jumlah sumbangan perorangan bagi para pasangan calon tidak lebih dari Rp 50 juta. Selain itu, orang yang menyumbang pun harus dipastikan memiliki identitas dan alamat yang jelas, mempunyai NPWP, dan tidak menunggak pajak.

"Sedangkan jumlah dana yang disumbangkan pihak perusagaan kepada pasangan calon tidak lebih dari Rp 500 juta. Tapi perusahaan itu juga harus dilihat, apakah sedang pailit atou tidak, menunggak pajak atau tdak," sebut Said.

Yang paling penting, lanjutnya, pasangan calon tidak terima sumbangan dari orang, perusahaan dan lembaga asing dengan mata uang asing.

"Kalau ada sumbangan seperti itu maka semua sumbangan tersebut akan dikembalikan ke kas negara," tegas Ketua KPU Kepri itu.

Satu hal lagi, nomor rekening dana kampanye dibuka oleh partai politik pendukung atas nama pasangan calon dan bukan dibuka oleh pasangan sendiri.

Editor:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved