Citizen Journalism

BP Batam Coffee Morning Dengan Pelaku Bisnis di Batam

Kegiatan yang berlangsung masih dalam suasana lebaran ini, di pimpin oleh Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam, Mustofa Widjaja.

BP Batam Coffee Morning Dengan Pelaku Bisnis di Batam
Istimewa
Coffe Morning BP Batam dengan pengusaha Batam 

Dalam kegiatan ini Kapolda Kepri, Brigjen Pol Drs. Arman Depari menjelaskan bahwa 3 bulan terakhir tingkat kejahatan di Batam menurun, dan Batam dapat di katakan masih termasuk zona hijau dalam kasus kejahatan sehingga Investor tidak perlu khawatir untuk berinvestasi di Batam.

Dalam pertemuan tersebut BP Batam banyak menampung masukan, saran serta ide dari para tamu undangan yang hadir. Diantaranya, Ketua HKI, Oka Simatupang mengusulkan bahwa istilah anarkis dalam demo atau mogok kerja bisa diperluas definisinya, bukan hanya perusakan atau kekerasan fisik saja namun bisa juga perusakan iklim investasi.

Dan kepada Dirjen mengusulkan agar persyaratan perlindungan kategori obyek vital untuk kawasan industri bisa dibawah 50 ha. Saat ini di Batam ada 4 kawasan dari total 14 kawasan industri yang sudah masuk kategori obyek vital yang ditetapkan oleh pemerintah pusat berdasarkan Kepmen Perindustrian No. 466 Tahun 2014.

Selain itu Ketua Kadin Batam, Jadi Rajagukguk, juga meminta agar dapat mencontoh Negara Singapura yang cukup ketemu satu lembaga dalam mengurus perizinan dan jika status FTZ ini harus dipertahankan dan dijalankan, maka fungsi dan peran BP Batam harus diperkuat sehingga jelas dan perizinan disatukan di BP Batam.

Sekretaris BSOA, Suri Teo mengusulkan kepada pemerintah melalui Dirjen Pengembangan Perwilayahan Industri agar mempercayai industri galangan kapal dalam negeri karena sudah mampu membuat kapal khusus seperti kapal pengangkut ternak dan kapal pembawa konstruksi offshore yang submersible.

Pembuatan kapal pengangkut ternak untuk kebutuhan domestik dengan kapasitas 300-500 sapi sangat cocok untuk mengangkut sapi dari Nusa Tenggara Timur ke Jakarta. Kapal pengangkut ternak dari Australia pun menggunakan jasa perusahaan shipyard yang ada di Batam.

Baik Dirjen maupun Kapolda minta agar kegiatan seperti ini rutin diadakan. Kapolda sangat menghargai upaya BP Batam ini karena kalau yang mengundang polda, pihak pengusaha merasa khawatir karena nanti dikira ada masalah terkait hukum (candanya).(*)

Editor:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved