Bursa Pilgub Kepri 2015

Nurdin Basirun Diduga Gunakan Ijazah C Palsu? Ini Komentarnya

Ini ibarat lagu lama. Jika memang mereka mencari keadilan silahkan-silahkan saja. Ini bukanlah hal yang bodoh-bodo

Nurdin Basirun Diduga Gunakan Ijazah C Palsu? Ini Komentarnya
internet
Ilustrasi

Laporan Tribun Batam, M Sharih

TRIBUNNEWSBATAM.COM, KARIMUN - Bupati Karimun, Nurdin Basirun yang juga bakal calon kepala daerah dalam pemilihan kepala daerah (Pilkada) Provinsi Kepri, menanggapi dengan santai, terkait dugaan ijazah palsu paket C-nya yang digunakan untuk melenggang menemani HM Sani Sebagai Bakal Calon Wakil Gubernur Kepri periode berikutnya.

"Ini ibarat lagu lama. Jika memang mereka mencari keadilan silahkan-silahkan saja. Ini bukanlah hal yang bodoh-bodoh. Biarlah dinilai sendiri, nanti akan mendapat jawabannya, intinya tidak perlu saya jawab," kata Nurdin kepada Tribun usai menghadiri acara di kantor perpustakaan daerah Karimun saat dimintai komentarnya terkait dugaan tersebut, Minggu (2/8/2015)

Ia juga mengatakan, jika ada pihak-pihak tertentu yang melaporkan untuk tujuan mencari keadilan, jelasnya, itu merupakan hak warga negara.

Hanya saja,tambahnya, jika tuduhan itu merupakan fitnah, nanti pihak pelapor itu juga bisa tanggung sendiri akibatnya.

"Saya tidak marah kok. Silahkan saja, kalau masyarakat mau mencari keadilan, silahkan. Tapi jangan menimbulkan fitnah, nanti fitnah Insyaallah akan makan diri sendiri akibatnya," tegasnya.

Nurdin juga berpesan kepada masyarakat, bahwa jika dirinya salah, dirinya tidak perlu mendapat dukungan. "Kalau saya salah, saya jangan dibenarkan. Kalau saya benar silahkan dukung," ungkapnya.

Menurut Nurdin, begitu penegak hukum mendapatkan laporan tentunya juga akan menempuh proses hukum yang perlu dilalui.

"Memang penegak hukum begitu dapat laporan langsung bertidak? tidak begitu. Ini kan negara hukum. Memangnya saya kebal hukum? Yang bisa sesuka hati boleh melakukan tindakan serta perbuatan tidak sesuai dengan ketentuan hukum," tambahnya.

Ditanya wartawan tentang adanya kemungkinan indikasi pelaporan tersebut ada desakan dari lawan politiknya, Nurdin buru-buru mengatakan tidak mau menuduh seperti itu.

"Enggak lah saya gak nuduh orang. Biarlah mereka mencari keadilan, mereka mau jadi pahlawan, silahkan," katanya.(*)

Editor:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved