Komisioner Termuda Syarkawi Rauf Kini Pimpin KPPU Batam

‎Pergantian komisioner terjadi di tubuh Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) Kota Batam.

IStimewa
Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) 

Laporan Tribunnews Batam, Anne Maria

TRIBUNNEWSBATAM.COM, BATAM- ‎Pergantian komisioner terjadi di tubuh Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) Kota Batam.

Muhammad Syarkawi Rauf ditunjuk menjadi Ketua KPPU kantor perwakilan daerah Batam menggantikan Lukman Sungkar.

Syarkawi yang merupakan komisioner KPPU termuda itu akan dibantu oleh R. Kurnia Sya'ranie sebagai wakil ketua KPPU.

Menurut Muhammad Syarkawi Rauf, setiap dua setengah tahun sekali memang terjadi pergantian komisioner di KPPU.

Syarkawi Rauf akan mulai bekerja Juli 2015 sampai Desember 2017 nanti. Menurutnya, cukup banyak pekerjaan yang menanti KPPU menjelang Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) nanti.‎

"Masuk MEA nanti, satu-satunya lembaga yang bisa mencegah praktek persaingan tidak sehat cuma KPPU. Kementerian tidak bisa, karena mandatnya cuma ada di KPPU. Bahasa bisnisnya, jangan sampai ada international carter yang merugikan perekonomian kita. Makanya penanganan masalahnya cuma bisa melalui institusi persaingan," tuturnya.‎

Menurutnya, persekongkolan sifatnya tidak di dalam negeri saja, tapi juga luar negeri.

Pria itu menyatakan cukup banyak kerja KPPU ke depannya dalam menyikapi hal itu.‎

Diantaranya yang terjadi di industri perbankan, serta sektor pangan di Indonesia.

"80 persen pembiayaan dunia usaha masih tergantung sektor perbankan. Kalau sektor perbankan kita ini tidak efisien atau tidak semestinya, kita bisa kalah saing dengan sektor perbankan negara lain. Maka bisa dipastikan dunia usaha Indonesia, termasuk Batam cuma jadi penonton saat MEA nanti," tuturnya.

Di lapangan, pembiayaan dunia usaha di Batam masih diisi pemain‎-pemain dari Singapura. Hal itu karena suku bunga perbankan Indonesia masih lebih tinggi dari Singapura dan Malaysia.

"Kalau sudah begitu yang paling terasa yah sektor usaha.‎ Kenapa suku bunga di Indonesia relatif tinggi? Itu karena industri bank terlalu didominasi segelintir bank. Ada empat bank terlampau besar di sini, itu BNI, BCA, Mandiri dan BRI. Mereka menguasai 30-40 persen," katanya.

Hanya ada 14 bank terbesar di Indonesia yang mengusai 80 persen aset perbankan nasional‎, dan sisa 20 persennya terbagi untuk 105 bank.

"Kalau empat bank ini berinisiatif menurunkan suku bunganya, pasti bank lain ikut serta, sebab mereka inikan market leader.‎ Cuma ada 14 bank yang menguasai 80 persen aset perbankan. Kalian saja, dari Rp 4.000 triliun kredit yang disalurkan, 80 persen untuk 14 bank. Sisanya sekitar 800 triliun dibagi untuk 105 bank," tutur dia.

Tags
KPPU
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved