Haaa! Buku Ini Bisa Saring Air untuk Diminum

'The Drinkable Book' adalah proyeknya dan organisasi nonprofit WATER is LIFE, yang menginovasikan kertas menjadi penyaring air kotor

Ilustrasi buku
Ilustrasi buku 

TRIBUNNEWSBATAM.COM - Berangkat dari niatnya untuk melakukan eksperimen kimia yang bisa menghasilkan sesuatu yang berguna bagi sesama, Theresa Dankovich menciptakan 'The Drinkable Book'.

'The Drinkable Book' adalah proyeknya dan organisasi nonprofit WATER is LIFE, yang menginovasikan kertas menjadi penyaring air kotor, yang air hasil saringannya dapat diminum.

Menurut Tech Times, kertas tersebut terbuat dari bahan-bahan tertentu, seperti partikel nano tembaga dan perak, yang dapat menyerap 99 persen mikroba dan bakteri berbahaya ketika air dituangkan melalui kertas itu.

Kertas-kertas berwarna kuning itu kemudian dikemas menjadi sebuah buku, yang nantinya kertas-kertas itu dapat tinggal dirobek saja jika ingin digunakan untuk menyaring air.

'The Drinkable Book' dikatakan sebagai penemuan yang cukup efisien untuk menangani masalah air kotor di beberapa tempat, sebab tiap lembarnya dapat menyaring hingga 25 galon air dan tiap buku cukup untuk dipakai empat tahun.

Belum lagi kemudahan penggunanya untuk mendapatkan air bersih, hanya tinggal menuangkan air dari sungai, sumur, atau lainnya. Selain itu, pengemasannya juga simpel, hanya berwujud sebuah buku.

"Penggunaannya memang ditujukan untuk masyarakat di negara-negara berkembang," kata Theresa, sekaligus mengutarakan niatnya untuk memproduksi buku-buku itu dalam jumlah yang lebih besar lagi.

Sejauh ini, 'The Drinkable Book' lolos uji layak pakai, setelah dipakai untuk menyaring air dari 25 sumber air yang terkontaminasi di Bangladesh, Haiti, Kenya, Ghana, dan Afrika Selatan. (TIME/Tech Times)

Sumber: Tribunnews
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved