Jumat, 10 April 2026

Diduga Keracunan Makanan, Ratusan Jemaat Mengalami Mual-mual Setelah Makan

"Waktu tadi makan tidak ada rasa yang aneh, bahkan makanannya sama seperti masakan lainnya. Tau taunya setelahnya baru terasa mual, ini kejadian kerac

Tribun Batam/ Yusuf Riadi
korban diduga keracunan makanan saat di rumah sakit 

Laporan Tribun Batam, Yusuf Riadi

TRIBUNNEWSBATAM.COM, BATAM - Ratusan Jemaat gereja Advent blok 4 Baloi diduga mengalami keracunan setelah manyantap makanan. Mereka pun, langsung dilarikan ke rumah sakit usai makan bersama di gereja tersebut, Sabtu (22/8/2015).

"Iya terasanya setelah santap siang. Dua setengah jam sesudahnya baru mulai terasa mual. Bahkan saya sampai muntah-muntah, langsung dilarikan ke sini," ujar Mangara, salah seorang pasien yang diduga mengalami keracunan makanan, di Budi Kemuliaan, Sabtu (22/8/2015).

Mangara yang ditemani istrinya Ruti di ruang UGD RSBK saat ini masih menjalani perawatan. Suami istri yang tinggal di Tanjung Piayu ini, rutin menjalani ibadah setiap minggunya. Setiap Sabtu anggota Jemaat gereja Advent selalu mengadakan makan bersama usai peribadatan.

"Tadi dikasih tahu orang gereja, jemaat keracunan makanan, saya langsung ke rumah sakit, tadi masuk rumah sakit sekitar pukul 17.30 WIB," ujar Ruti.

Makanan yang disajikan di gereja, jelas Ruti disiapkan oleh anggota gereja yang dibagi per masing-masing grup. Ada yang memasak lauk pauk mulai dari ikan, ayam hingga sayuran, secara bersama sama, setelah siap semuanya baru dinikmati bersama sama.

Mangara menjelaskan, saat menyantap makanan yang disajikan dirinya tidak ada merasakan rasa yang aneh atau rasa berbeda pada makanan. Ia menikmati makanan santap siang bahkan dalam jumlah cukup banyak.

"Waktu tadi makan tidak ada rasa yang aneh, bahkan makanannya sama seperti masakan lainnya. Tau taunya setelahnya baru terasa mual, ini kejadian keracunan pertama kali lah," ceritanya.

Setelah mengalami mual yang berulang ulang disertai dengan buang air besar. Kondisi Mangara sudah berangsur pulih meski tubuh perkasanya masih perlu berbaring sembari mendapatkan perawatan di rumah sakit.

Bahkan beberapa jemaat yang mengalami keracunan makanan yang masuk ke RSBK sudah diperbolehkan pulang.
"Ada sekitar 10 orang tadi dibawa ke sini (RSBK red), sebagian sudah ada yang boleh pulang, mungkin mereka tidak mengalami, keracunan yang parah, tadi saya sempat makan banyak," katanya.

Sementara Ruti mengatakan, dirinya biasanya selalu rutin datang beribadah setiap Sabtu, namun kali ini dirinya beserta anaknya tidak mengikuti kebaktian hanya diikuti oleh suaminya.

"Biasanya saya bareng keluarga selalu ke gereja, cuma kali ini saya ga ikut karena ada urusan, ya namanya musibah bisa terjadi kapan saja," jelas Ruti.

Selain orang dewasa anak-anak juga turut hadir dalam peribadatan hari ini, namun untuk konsumsi bagian anak-anak diberikan berbeda dan tidak digabung dengan menu makanan orang dewasa. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved