Tenaga Pendamping PKH Masih Minim
saat ini masyarakat yang berminat bekerja di bidang sosial seperti menjadi pendamping PKH terbilang masih sangat rendah.
Laporan Tribun Batam, M Sharih
TRIBUNNEWSBATAM.COM, KARIMUN - Sebagian besar orang miskin tidak memiliki kemampuan untuk memperjuangkan hak mereka yang sesungguhnya.
Untuk itulah mereka membutuhkan pejuang yang dapat bersuara yang membantu mereka mendapatkan hak yang patut mereka peroleh dari PKH (program keluarga harapan).
“Segala macam permasalahan dan melakukan tindak lanjut dalam waktu cepat, itulah dibutuhkan pendamping. Merekalah mata dan telinga bagi orang miskin untuk mendapat manfaat langsung PKH,” kata Kepala Dinas Sosial Karimun Indra Gunawan melalui Kepala Bidang Kesehjateraan Sosial Dinsos Karimun, Syafruddin.
Fungsi utama pendamping PKH, kata Syafruddin, diantaranya mendampingi langsung penerima manfaat PKH dalam memenuhi komitmen, menjembatani penerima manfaat dengan pihak-pihak lain yang terlibat, melakukan sosialisasi PKH dan melakukan pengawasan pelaksanaan PKH di lapangan.
Sayangnya, kata Syafruddin, saat ini masyarakat yang berminat bekerja di bidang sosial seperti menjadi pendamping PKH terbilang masih sangat rendah.
Dari nama-nama calon peserta pendamping PKH yang telah dinyatakan lolos seleksi administrasi oleh Kemensos (Kementerian Sosial) RI, baru sekitar 20 nama saja.
“Sebenarnya semakin banyak semakin bagus. Kenyataannya memang kurang karena syaratnya cukup sulit yakni minimal D2 dan bersedia bekerja di bidang sosial,” katanya.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/program-keluarga-harapan_20150823_174518.jpg)