Isu Razia, Pusat Elektronik Batam, Lucky Plaza dan Nagoya Hill, Tutup Total
Dari informasi yang dihimpun Tribun Batam, sejumlah pemilik toko ponsel memilih menutup usahanya sejak pukul 11.45 Wib tadi.
Laporan Tribunnews Batam, Iman dan Sihat
TRIBUNNEWSBATAM.COM, BATAM- Diduga lantaran kehadiran Kapolri Jendral Badrodin Haiti di Batam dan menginstrusikan jajarannya untuk menindak berbagai aksi perjudian hingga penyelundupan yang marak di Kepri, membuat puluhan gerai ponsel yang ada di Lucky Plaza dan Nagoya Hill Batam tutup, Kamis (27/8/2015) .
Dari informasi yang dihimpun Tribun Batam, sejumlah pemilik toko ponsel memilih menutup usahanya sejak pukul 11.45 Wib tadi.
Mayoritas mereka beranggapan akan ada aksi razia besar-besaran yang dilakukan oleh aparat kepolisian terkait perintah Kapolri tersebut.
"Ya ngeri-ngeri juga kalau sampai kena razia. Mana usaha lagi sepi dan harga dolar lagi tinggi pula. Mending cari selamat saja," kata salah seorang pemilik gerai ponsel di Nagoya Hill yang meminta namanya minta tidak disebutkan.
Pemilik gerai itupun mengungkapkan lebih baik merugi pada hari ini karena tutup toko ketimbang buka tapi kena razia.
"Rugi-rugi ngak apa hari ini, daripada ngak makan besok-besoknya,"ungkapnya
Ia juga mengaku, meski dirinya menjual barang-barang (ponsel) bermerk dan resmi, namun memilih untuk menutup usaha milik keluarganya dengan alasan malas untuk berurusan dengan aparat berwajib.
"Capek kalau sudah berurusan. Panjang dan habisin waktu. Mending cari selamat saja,"ungkapnya.
Hal yang sama juga dilakukan oleh Ar, pedagang ponsel dilokasi yang sama.
Ia terpaksa menutup usahanya lebih awal setelah mendapatkan kabar berantai melalui black berrymassanger dari sesama pedagang ponsel di Lucky Plaza.
"Tahunya jam segitu juga. Disana (Lucky Plaza) dan BCS sama-sama ngabarin. Jadi pilih tutup saja,"jelasnya.
Diberitakan sebelumnya, Kapolri Jendral Badrodin Haiti kepada wartawan, meminta ditunjukkan gelanggang permainan elektronil (Gelper) yang buka di Kepri.
Ini disampaikannya ketika berkunjung ke Mapolda Kepri untuk memberi pengarahan pengamanan Pilkada serentak di Provinsi Kepri.
"Apapun jenis perjudian harus ditangkap. Kalau ada arena permainan judi, kasi tahu dimana yang buka,"ujar Kapolri menjawab pertanyaan media, Rabu pagi.
Kapolri menyatakan kasus perjudian menjadi atensi kepolisian se-Indonesia. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/toko-ponsel-dan-elektronik-lucky-plaza-tutup_20150827_131237.jpg)