Dolar Melangit Bikin Pengusaha Jepara Untung tapi Sesaat, Mengapa?

Menguatnya mata uang dollar AS terhadap rupiah tidak sepenuhnya dinikmati para pengusaha furniture di Kabupaten Jepara, Jawa Tengah.

Dolar Melangit Bikin Pengusaha Jepara Untung tapi Sesaat, Mengapa?
Tribunnewsbatam.com/Kartika Kwartya
Indomas Furniture menawarkan berbagai produk furnitur berbahan dasar jati serta solid wood yang didatangkan langsung dari Jepara Jawa Tengah.

TRIBUNNEWSBATAM.COM.JEPARA- Menguatnya mata uang dollar AS terhadap rupiah tidak sepenuhnya dinikmati para pengusaha furniture di Kabupaten Jepara, Jawa Tengah.

Mereka tidak menangguk untung melimpah seperti saat krisis moneter tahun 1998 karena banyak negara tujuan ekspor lainnya (selain Amerika Serikat) juga mengalami krisis ekonomi global.

"Dalam jangka pendek kami memang diuntungkan dengan naiknya nilai dolar. Khususnya, mebel yang diekspor ke negara yang menggunakan mata uang USD (dollar Amerika), namun banyak juga negara-negara lain akan menghentikan order dari Indonesia," kata pengusaha mebel, Yuli Kusdiyanto yang juga Sekretaris Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Asosiasi Mebel Kayu dan Rotan Indonesia Kabupaten Jepara, Rabu (26/8/2015).

Pemilik UD Eunice Art Jepara di sentra industri Mulyoharjo itu memastikan penguatan dolar terhadap rupiah pada tahun ini akan berbeda dengan yang terjadi pada tahun 1998.

Pasalnya, banyak mata uang negara lain juga melemah terhadap dolar.

"Mata uang negara lain juga melemah, semisal di kawasan Asia, ada Malaysia, Tiongkok, Vietnam dan masih banyak lagi. Mereka akan membatalkan order ke Indonesia," ujarnya.

Untuk kawasan Eropa, kata dia, ada Yunani, Spanyol, Italia, Turki, Ceko, Rusia dan masih banyak lagi negara tujuan ekspor yang juga terdampak penguatan dollar.

“Mereka pasti juga akan membatalkan pesan mebel ke Indonesia,”katanya.

Menurutnya banyak importir menunda pembayaran, sambil menunggu mata uangnya membaik. "Kami hanya bisa berdoa, semoga industri furniture tidak terdampak signifikan," ucapnya.

Permasalahan lain, semua harga untuk pelengkap mebel antara lain thiner, amplas dan bahan pendukung lainnya yang didapat dari impor, akan semakin mahal.

Halaman
12
Editor:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved