Krisis Air Hantui Batam
ATB: Badai el Nino Berakhir Januari dan Kita Harus Bertahan sampai Februari
"Jadi kita harus bertahan sampai Februari 2016. Sementara awal tahun,bahkan bulan Februari itu sendiri adalah bulan dengan curah hujan paling rendah".
Laporan Tribunnews Batam, Anne Maria
TRIBUNNEWSBATAM.COM, BATAM- Kebijakan rationing yang bakal diterapkan ATB mulai besok, Selasa (1/9/2015), Benny Andrianto, Vice President Director ATB, adalah pilihan yang diambil agar Batam bisa bertahan dari kondisi ini.
Sebab, Batam sendiri tergolong unik, dimana ketersediaan air bakunya hanya di support oleh hujan.
Sementara itu, menurut perkiraan dari BMKG, badai el Nino (badai panas) masih akan terjadi hingga Januari 2016.
Parahnya lagi, selain di terpa badai tersebut, kondisi kemarau terparah di Batampun ada di awal tahun.
"Jadi kita harus bertahan sampai Februari 2016. Sementara awal tahun, bahkan bulan Februari itu sendiri adalah bulan dengan curah hujan paling rendah tiap tahunnya," kata dia.

"Air di Batam tergantung hujan. Kita tidak punya sungai, sumur, ataupun mata air. Rationing pilihan yang bisa kita ambil. Kita harus mengambil sikap bagaimana bertahan sampai tahun depan. Minimal lolos paling tidak sampai Februari 2016. Kita di Batam memang harus lebih cermat dalam pengelolaan air, karena kondisinya khusus," tuturnya.
Benny pun menjelaskan selain curah hujan yang kurang, ketersediaan air di dam pun menurun akibat proses sedimentasi.
"Dam kita juga umurnya sudah tua semua. Sedimentasi tinggi, contohnya dam sei harapan itu yang tertua umurnya. Jadi jangan dibayangkan dam itu bentuknya seperti kolam renang. Dam semakin ke dalam semakin sempit," ucap dia.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/kondisi-waduk-di-batam-yang-mengalami-penyusutan-dan-kekeringan_20150831_143705.jpg)