Diduga Pelaku Pembakaran Hutan di Batam Pembalak Liar

Kepala Seksi Pengawasan Hutan Kota Batam menduga, kebakaran hutan yang kerap terjadi di Batam bisa saja dilakukan dengan sengaja oleh pembalak liar.

Diduga Pelaku Pembakaran Hutan di Batam Pembalak Liar
tribunnews batam/wafa
Petugas mengevakuasi gelondongan kayu illegal logging di salah satu hutan di Batam awal September 2015 lalu. 

Laporan Tribunnews Batam, Wahib Wafa

TRIBUNNEWSBATAM.COM, BATAM - Kepala Seksi Pengawasan Hutan Dinas Kelautan, Prikanan, Pertanian dan Kehutanan (KP2K) Kota Batam‎ Burhan Pasaribu menduga, kebakaran hutan yang kerap terjadi di Batam bisa saja dilakukan dengan sengaja oleh pembalak liar.

Dia berani memunculkan dugaan tersebut karena kerap kali pihaknya menangkap pelaku illegal logging, keesokan harinya pasti terjadi kebakaran hutan.

"Sering kali jika kita tangkap pelaku, anggotanya menebar ancaman dengan tak segan-segan membakar hutan.‎ Setelah kita tangkap, pasti ada hutan terbakar,"ungkap Burhan di Sekupang, Senin (7/9/2015).

‎Walaupun dalam penangkapan, kata Burhan, pihaknya didukung Polisi Hutan (Polhut) dan Tim Pengamanan Hutan KP2K serta Ditpam, tetap saja merasa ketar-ketir menghadapi ulah para pembalak.

Diakui Burhan, meski tiap kali pihaknya‎ kerap menemukan kayu hasil jarahan di hutan, namun pelaku jarang tertangkap.

"Banyak kendala yang kita alami dalam melakukan penangkapan. Medan dan kondisi hutan yang begitu luas membuat kita susah dalam melakukan penangkapan," kata Burhan.

Sementara itu, dua motor diduga milik pelaku kasus pembalakan minggu lalu yang berhasil kabur, saat ini masih dikantor pengamanan hutan KP2K di Sekupang.

Apabila pemilik motor tidak ditemukan, maka pihaknya akan melelang 2 motor matik beserta barang bukti puluhan golondongan kayu dengan jenis Bintangor itu.

"Kalau memang kita tidak temukan pemilik motor yang kita duga sebagai pelaku illegal logging itu, kita lelang,"ungkapnya.

Diberitakan sebelumnya, Selasa (1/9/2015) lalu Dinas KP2K bersama anggota pengamanan hutan mengamankan lebih kurang 40 kayu glondongan di kawasan hutan lindung Sungai Harapan.

Diperkirakan kayu itu seberat 4 ton dengan nilai barang belasan juta rupiah. (*)

Editor:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved