TV Online Tribun Batam

NEWSVIDEO: Radit Membunuh Karena Dendam, Ini Pegakuannya

"Saya menyesal. Saya siap dihukum mati," itu yang diungkapkan Radit...

Laporan Reporter Tribunnews Video, Hadi Maulana

TRIBUNNEWS.COM, BATAM - "Saya menyesal. Saya siap dihukum mati," itu yang diungkapkan Radit (18) saat ditanya perasaannya setelah membunuh rekan kerjanya sendiri, Puji Agung Dermawan (20).

Pembunuhan yang dilakukan oleh pemuda bernama asli Muhammad Sodikin bin Tasdin alias Radit itu ternyata berlandaskan sakit hati.

Diakui radit, Ia nekat menghabisi nyawa Puji, yang sama-sama karyawan toko pintu PT Mitra Interindo pertokoan Raflesia Blok C No.04, Batam Kota, itu karena telah lama memendam dendam. Ia sering dibentak dan dimarahi Puji dengan kata-kata yang kasar.

"Dia sering marah-marah, ngomong kasar, sering bentak seperti nyuruh cepat-cepat kerja, ngadu-ngadu sama bos juga," kata Radit, Senin (14/9/2015).

Mengenai permasaalahan dirinya pernah ditegur Puji karena masalah seorang perempuan yang disukainya, Radit juga membenarkan. Bahkan dirinya merasa jika Puji juga menyukai perempuan yang juga bekerja PT Mitra Interindo.

"Saya bilang "kalau kamu cemburu bilang", ungkap Radit.

Radit memang telah merencanakan pembunuhan tersebut. Ia membeli parang dan pisau senilai Rp 65 ribu di kawasan jodoh. Kemudian senjata tersebut disembunyikan di gudang di lantai empat ruko.

Selanjutnya pada malam kejadian, Radit mengambil senjata tajam tersebut. Ia kemudian menghujamkan pisau ke leher belakang korban. Korban sempat terbangun dan menangkis sabetan pisau Radit. Akibatnya jari telunjuk Puji putus.

"Pertama saya tusuk lehernya. Baru saya tusuk lagi," ujarnya.

Usai melakukan aksinya, Radit kabur menggunakan sepeda motor Yamaha Vega BP 4529 IM milik Puji yang terparkir di lantai dasar. Ia kemudian melarikan diri ke Jembatan VI Barelang.

"Kunci ada di motornya. Saya kabur kejembatan enam," terangnya.

Editor:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved