Kadinkes Duga Ada Praktik Aborsi Ilegal Di Batam
Kalau berkaitan dengan kasus-kasus kemarin, saya baca di surat kabar sepertinya itu ilegal.
TRIBUN/ISTIMEWA
Petugas identifikasi Polresta Barelang sedang melakukan evakuasi janin di SPBU samping Top 100 Tembesi, Senin (14/9).
Laporan Tribunnews Batam, Anne Maria
TRIBUNNEWSBATAM.COM, BATAM - Penemuan jasad janin bayi yang sengaja dibuang oleh orangtuanya makin marak di Kota Batam.
Dalam waktu yang cukup berdekatan, dua janin bayi ditemukan di lokasi yang berbeda-beda, mulai dari saluran air hingga yang terbaru di tong sampah SPBU kawasan Tembesi.
Peristiwa tersebut pun membuat masyarakat resah, bahkan bertanya-tanya apakah bayi yang diduga sengaja di aborsi tersebut dilakukan secara medis atau tidak.
Muncul juga kekhawatiran adanya praktik-praktik aborsi ilegal di Batam.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam, Chandra Rizal pun angkat bicara mengenai hal tersebut. Menurutnya, masyarakat harus waspada serta memperhatikan lingkungn sekitarnya.
"Aborsi itu legal atau tidaknya tergantung kita melihat dari kacamata mana, kewenangan itu ada di tenaga medis yang ahlinya, seperti dokter kandungan yang menangani atau IDI. Kalau berkaitan dengan kasus-kasus kemarin, saya baca di surat kabar sepertinya itu ilegal. Saya jugakan belum melihat janinnya, sudah jadi atau belum. Kalau sudah jadi kemudian dibuang, kemungkinan itu ilegal," tutur Chandra ditemui di Pemko Batam.
Namun ia ragu jika proses aborsi dilakukan pelaku dengan memanfaatkan jasa medis.
Pasalnya, sejauh ini berdasarkan pengawasan praktek dokter yang dilakukan Dinkes, belum pernah ditemukan ada yang berpraktek menerima aborsi.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/petugas-identifikasi-polresta-barelang-sedang-melakukan-evakuasi-janin_20150914_221156.jpg)