Jumat, 10 April 2026

"Hai Berhenti Kau",Avanza Seret Scoopy hingga Tiga Kilometer

"Hei, hei, hei, berhenti kau! Ada sepeda motor di depan mobilmu! Segera berhenti kau! Berhenti sekarang!"

Istimewa
Ilustrasi lakalantas 
Laporan Tribunnews Batam, Thomm Limahekin
TRIBUNNEESBATAM.COM, TANJUNGPINANG - Asbullah (18) yang mengemudi mobil Avanza dengan nomor polisi BP 1472 YB mendadak dikejar oleh ratusan pengendara sepeda motor, Rabu (17/9/2015) sore. 
Aksi kejar-kejaran warga dengan Asbullah terjadi di sepanjang ruas jalan Basuki Rahmat, Raja Ali Haji dan Ahmad Yani. 
Sepanjang ruas jalan itu, warga mengumpat dan meneriakkan supir Avanza itu agar segera menghentikan mobilnya.
"Hei, hei, hei, berhenti kau! Ada sepeda motor di depan mobilmu! Segera berhenti kau! Berhenti sekarang!" teriak beberapa pengendaraa sepeda motor yang coba mendekati mobil tersebut.
Teriakan warga ini didengar oleh Asbullah dan kawan-kawannya. Namun, mereka berbuat seolah-olah tidak mendengar suara teriakan tersebut. 
Asbullah tetap saja menginjak gas mobilnya sehingga mobil itu melaju dengan begitu cepat.
"Saya dan kawan-kawan sedang makan di kedai depan Kantor Pengadilan Negeri (PN). Kami dengar suara gemuru seperti suara mesin pesawat jet. Saya berlari keluar. Saya lihat mobil Avanza itu menyeret sepeda motor Scoopy putih dengan BP 3249 FT," ungkap Charles.
"Saya juga ikut berteriak, hei, hei, hei berhenti. Tapi dia tetap melaju. Wuih, saya lihat percikan api akibat gesekan sepeda motor dengan aspal. Saya pun ikut kejar dia," tambah Charles lagi.
Warga yang menyaksikan kejadian itu secara spontan turut mengejar mobil Asbullah. 
Mereka akhirnya baru menghadang mobil tersebut persis di depan Kantor Kepolisian Resort (Polres) Tanjungpinang.
Setelah diamati secara saksama, ternyata mobil Asbullah hanya menyeret sepeda motor saja tanpa pengendaranya. Tabrakan yang berlanjut dengan seretan itu mengakibatkan bagian depan Avanza hancur berantakan. 
Sedangkan motor Scoopy pada sisi sebelah kanan terlepas sehingga tertinggal rangka bagian dalamnya saja.
"Saya dengar, mobil itu sudah menyeret sepeda motor dari simpang empat Basuki Rahmat. Ini berarti sudah sekitar 3 kilometer, mobilnya menyeret sepeda motor tersebut. Yah, kami pikir ada orang yang ikut diseret. Kalau memang ikut terseret, habislah orang itu," ungkap Charles.
Kendatipun tidak ada korban jiwa, emosi warga terhadap Asbullah tetap tak terkendali. Melihat reaksi warga ini, sejumlah anggota polisi langsung segera mengamankan Asbullah. 
Mereka membawanya masuk ke dalam komplek Kantor Polres. Sementara keempat kawannya memanfaatkan kesempatan itu untuk melarikan diri. 
Asbullah kemudian dibawa ke Kantor Unit Kecelakaan Lalulintas (Lakalantas) Polres Tanjungpinang di Kantor Kepolisian Sektor (Polsek) Bukit Bestari.
"Wah, tidak ada sisa dia dihajar massa. Ada warga yang pukul dia. Kaca-kaca mobil pun dipukul mereka. Yah, mereka geram. Mereka kira, dia menyeret orang. Kok dia tetap melaju terus," ujar Dani.
Selama di Kantor Unit Lakalantas, Asbullah diperiksa selama beberapa jam. Sementara pengendara Scoopy yang belakangan diketahui berinisial Mn (15) adalah seorang siswi SMAN 4 Tanjungpinang dan kawan yang diboncengnya segera dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tanjungpinang untuk menjalani perawatan.
"Supir itu bernama Asbullah. Dia tidak punya surat izin mengemudi (SIM). Dia tidak mabuk. Sedangkan korbannya itu berinisial Mn. Anak ini pun tidak memiliki SIM. Sepertinya anak itu masih duduk di bangku sekolah," ungkap Kepala Unit (Kanit) Lakalantas Polres Tanjungpinang, Inspektur Polisi Dua (Ipda) Suprihadi saat ditemui di ruang kerjanya.
Suprihadi menjelaskan bahwa sebelumnya Asbullah beranjak dari Kawan Kabupaten Bintan. Dia lalu menyewa mobil bersama seorang kawannya di Tanjungpinang. 
Mereka kemudian melaju ke Pelabuhan Sri Bintan Pura Tanjungpinang untuk menjemput 3 sahabat dari kawannya itu yang hendak bekerja di Batu 8 Atas. 
"Jadi, Asbullah ini hanya mengenal kawannya yang duduk di sampingnya. Tiga orang yang dijemput itu tidak dikenalnya. Karena mereka adalah sahabat dari kawannya itu. Mereka sedang dicari saat ini," jelas Suprihadi lagi.
Sementara itu, Kepala Satuan Lalulintas (Kasatlantas) Polres Tanjungpinang, Ajun Komisaris Polisi (AKP) Heri Sujati menambahkan bahwa musibah kecelakaan yang melibatkan Avanza dan Scoopy ini terjadi di bundaran simpang empat jalan Basuki Rahmat, jalan Pramuka dan jalan Engku Putri. 
Kecelakaan tersebut sampai terjadi karena kedua pengendara mau menerobos lampu merah.
"Jadi, sesuai peraturan lalulintas, keduanya sama-sama salah, karena mereka menerobos lampu merah," ujar Heri.(*)
Tags
lakalantas
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved