248 Orang Tanjungpinang Terserang Demam Berdarah
nas Kesehatan (Dinkes) Kota Tanjungpinang mencatat, sebanyak 248 orang
Sriwijaya Post/Syahrul Hidayat
Petugas Kedokteran Kepolisian (Dok Pol) Sumatera Selatan melakukan fogging (pengasapan) di Markas Polresta Palembang, Senin (9/1/2014).
Laporan Tribunnews Batam, M Ikhwan
TRIBUNNEWSBATAM.COM, TANJUNGPINANG - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tanjungpinang mencatat, sebanyak 248 orang terserang demam berdarah dengue (DBD) sepanjang 2015.
247 orang penderita diantaranya sudah disembuhkan namun satu orang anak meninggal dunia.
Kepala Dinkes Tanjungpinang Rustam mengatakan, semua wilayah di Tanjungpinang merupakan wilayah endemis DBD. Rata-rata kasus DBD hampir merata ada di tiap kelurahan.
"Kecuali Kelurahan Penyengat dan Senggarang. Kalau Penyengat dan Senggarang ini seporadis, kadang ada kasusnya kadang tidak," katanya, Rabu (23/9/2015).
Sedangkan wilayah dengan kasus terbanyak masih didominasi oleh Kecamatan Tanjungpinang Timur. Karena kawasan Tanjungpinang Timur merupakan wilayah yang sedang berkembang.
Menurut Rustam, tren DBD selama lima tahun terakhir cenderung mengalami peningkatan. Terakhir pada 2014 kasus DBD sebanyak 500 kasus. "Kalau 2015 itu jumlah kasus itu baru sampai September," ujarnya.
Menurutnya, kecenderungan meningkat tersebut dikarenakan banyak faktor. Selain faktor pertumbuhan penduduk di Tanjungpinang, faktor sosial dan pola hidup masyarakat juga menjadi penyebab.
"Walaupun sudah menjadi kota, tapi banyak kebiasaan warga di desa masih dibawa. Ini juga menyangkut gaya hidup yang sulit durubah di masyarakat. Ibarat menyuruh orang berhenti merokok. Walaupun sudah ditulis merokok bahaya tapi tetap saja merokok," katanya.(*)
Berita Terkait