Pilkada Kepri 2015

Soerya: Dari pada Kampanye 'Hitam', Lebih Baik Adu Program Saja

ara berkampanye seperti itu tidak perlu dilakonkan lagi. Kita adu program saja. Tetapi itu bukan berarti kita pengecut

Soerya: Dari pada Kampanye 'Hitam', Lebih Baik Adu Program Saja
Istimewa
pasangan Soerya Respationo dan Ansar Ahmad 
Laporan Tribunnews Batam,  Thomm Limahekin
TRIBUNNEWSBATAM.COM, TANJUNGPINANG - "Saya tidak perlu memamerkan, apa yang sudah saya buat untuk agama". 
Kalimat ini spontan dijawab oleh HM Soerya Respationo ketika duduk santai di Pos Komando (Posko) Pemenangan Soerya-Ansar Untuk Kepri Hebat (SAH) di Batu 9 Tanjungpinang, Rabu (30/9/2015) malam. 
Jawaban tersebut memang dilontarkan begitu santai ketika kepadanya ditanyakan tentang perhatiannya terhadap agama sebagai seorang Muslimin.
"Kalau saya menceritakan apa yang sudah saya buat untuk agama, itu terkesan saya sombongkan diri," sambung Soerya lagi sambil tersenyum.
Mantan wakil gubernur Kepri ini kemudian menilai bahwa menjelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) digelar, akan semakin banyak muncul kampanye hitam dan kampanye negatif. 
Salah satumnya kampanye hitam yang sudah mulai dialami Soerya adalah kemunculan pertanyaan dari sejumlah kalangan mengenai hidup regiliusnya sendiri.
"Bahkan ada orang yang mengatakan saya ini bukan orang Islam. Kalau bukan orang Islam, Haji Muhammad itu berasal dari mana yah? Mungkin orang yang omong itu belum haji," ujar Soerya.
"Saya mendoakan supaya orang menyebarkan kampanye negatif seperti itu segera bertobat, kembali ke jalan yang benar dan segera sadar. Tukang teror itu diminta supaya mengacalah dan kembali ke jalan yang benar," tambah Soerya lagi seraya memastikan akan sabar menghadapi kampanye negatif ini.
Kendatipun tidak memamerkan apa yang dibuatnya, Soerya mengaku selalu memberikan perhatian serius pada kehidupan religius. 
Dia misalnya memperhatikan mesjid-mesjid dan para pengurusnya serta begitu dekat dengan tokoh-tokoh agama.
"Sekali lagi saya mau katakan, kalau saya pamerkan apa yang saya buat untuk mesjid-mesjid, itu namanya saya pamer dan sombongkan diri," tegas calon gubernur Kepri yang maju bersama wakilnya Ansar Ahmad ini.
Mempertanyakan agama yang dianutinya, diakui Soerya, sebagai satu dari sekian kampanye negatif yang saat ini sedang disebarkan. 
Terhadap kampanye seperti ini, Soerya malah tidak memberikan tanggapan yang serius. 
Dia hanya mengatakan bahwa berkampanye demikian adalah sebuah cara lama yang mesti ditinggalkan. 
Soerya memastikan bahwa dirinya dan seluruh tim akan lebih fokus pada upaya untuk mengadu program kerja dengan pasangan lain.
"Cara berkampanye seperti itu tidak perlu dilakonkan lagi. Kita adu program saja. Tetapi itu bukan berarti kita pengecut; kita tetap petarung. Hanya saja kita tidak bertarung dengan sesama kita sendiri," pesan Soerya kepada para simpatisan dan pendukungnya. (*)
Editor:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved