Breaking News
Minggu, 19 April 2026

Siswi SMA di Batam Hilang

Ketua PGRI Batam: Hukum Mati Pelaku Pembunuhan Dian Milenia

kasus pembunuhan Dian Milenia alias Nia, siswi SMAN 1 Batam. Itu pelakunya kalau sudah tertangkap pantas dihukum mati,

Istimewa/FB/Dian Milenia Tresna Afiefa
Dian Milenia Tresna Afiefa semasa hidup 

Laporan Tribunnews Batam, Wahib Wafa

TRIBUNNEWSBATAM.COM, BATAM - Maraknya kekerasan terhadap anak di Batam membuat Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kota Batam mengutuk keras adanya aksi kejahatan yang melibatkan anak sebagai korbannya.

"Kekerasan terhadap anak menjadi keprihatinan kita sebagai pelaku profesi pendidik. Hal ini sudah merusak mental anak sebagai generasi penerus," ujar Ketua PGRI kota Batam Rustam Efendi di kantor Dinas pendidikan Kota Batam, Sekupang, Jumat (9/10/2015).

Dengan adanya beberapa kasus penculikan, tambahnya, pemerkosaan, hingga pembunuhan membuat para guru seluruh kota Batam berduka.

"Kita tekankan sikap kewaspadaan dan pendidikan sosial pada anak untuk lebih memahami kondisi-kondisi sosial di lingkungan mereka tinggal. Karena gejolak seperti itu, bisa saja menimpa anak yang notabene sangat labil," ujarnya yang juga sebagai Kabid Pendidikan Dasar Disdik kota Batam.

"Seperti kasus pembunuhan Dian Milenia alias Nia, siswi SMAN 1 Batam. Itu pelakunya kalau sudah tertangkap pantas dihukum mati," ungkapnya.

Ia pun menginginkan aparat menghukum seberat-beratnya kepada para pelaku kekerasan
anak.

"Kita dari persatuan guru menekankan kepada para pendidik untuk lebih berkomunikasi aktif untuk menyampaikan pesan-pesan moral. Guru bukanlah sebagai penyampai ilmu saja, melainkan teladan yang mampu berinteraksi dengan hati kepada anak didiknya," tambahnya. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved